10 Persen Keuntungan Usaha, Korma Preneur Salurkan ke Yatim Dhuafa

oleh -43 views
Majelis Nasional Komunitas Remaja Masjid Enterpreneur (MN - Korma Preneur) laksanakan penyaluran keuntungan usaha ke kaum yatim dhuafa, di MMTC Medan, (ting)
Majelis Nasional Komunitas Remaja Masjid Enterpreneur (MN - Korma Preneur) laksanakan penyaluran keuntungan usaha ke kaum yatim dhuafa, di MMTC Medan, (ting)

Medan|MediatorPost: Majelis Nasional Komunitas Remaja Masjid Enterpreneur (MN – Korma Preneur) yang digagas Muhammad Mas’ud Silalahi, kembali memberikan 10 persen hasil keuntungan usaha ke yatim dhuafa, di Warung Dewe Komplek MMTC Pancing Medan Estate. Selasa, (20/10 /2020)

Kegiatan penyantunan yatim dhuafa itu, hadir para tokoh, di antaranya TGB Syeikh DR H Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA, Raja Gontar IV DYMM DR Drs H Syafri Fadillah Marpaung MPd dan Tuan M Yoserizal Saragih MIkom serta penasehat Rumah Tahfiz dan Tilawah Korma Preneur Khalifah Muhammd Yunan Silalahi dan Siti Furqani.

Acara yang dikomandoi protokol, Drg Sri Rahayu Hasibuan, sesi persesi kegiatan itu mampu dinakhodainya secara hikmat, dan dengan suasana yang nyaman serta bahagia, khueusnya terhadap anak-anak yatim dhuafa yang hadir.

Dikesempatan itu, Raja Gontar IV DYMM DR Drs H Syafri Fadillah Marpaung MPd mengatakan, Korma Preneur yang diprakarsai Muhammad Mas’ud Silalahi adalah simbol kebangkitan ekonomi umat, simbol kedermawanan dan sekaligus sebagai simbol kesalehan sosial.

Menjadi wadah yang positif dan produktif karena geraknya ditopang dengan unit usaha. “Kita kagum sekaligus takjub dengan sejuta kebanggaan, di era yang serba digital ini masih ada anak muda, pemuda Islam yang peduli terhadap umat, bangsa, negara dan agama,” ungkapnya.

Memiliki konsep, visioner dan wawasan yang luas dalam hal kesejahteraan dan kejayaan umat. “Saya dan kita semua mesti mensuport upaya baik ini dan ikutserta memberikan sokongan moral maupun moril untuk anak-anak kita di Komunitas Remaja Masjid Enterpreneur ini,” tandasnya.

Sedangkan TGB Syeikh DR H Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA dalam tausyahnya menyampaikan, negeri yang baik, airmata tak pernah dihapus oleh tisu, tapi oleh tangan kekasih. “Negeri ini butuh banyak pemuda pencari solusi, bukan pemuda pemaki-maki. Inilah yang mulai dipahat adinda Muhammad Mas’ud Silalahi untuk negeri,” tandasnya.

Bersama Korma Preneur kita tabur kebermanfaatan, kepedulian, kedermawanan untuk menjemput keberkahan dan kemuliaan dunia dan akhirat.

Sementara, Muhammad Mas’ud Silalahi, Fonder Komunitas Remaja Masjid Enterpreneur dalam sambutannya menyebutkan, komunitas ini masih berjalan sekitar 3 bulan lebih dan belum sampai 4 bulan.

Ada badan otonom Komunitas ini seperti Rumah Tahfiz dan Tilawah (Rumah Mengaji Korma Preneur) dan ada Rumah kedermawanan yang menjadi pusat penyaluran sumbangan/bantuan atau penyantunan ke yatim dhuafa.

Komunitas ini, telah enam kali memberikan sumbangan ke yatim dhuafa dari 10 persen hasil keuntungan usaha. “Dan InshaAllah kedepan, kami akan membuat sistem regulasi baru dimana hasil keuntungan itu kami tabung dan akan diperuntukkan bagi beasiswa sekolah anak yatim dhuafa dari mulai RA sampai dengan Mts.

Untuk yang MA, lanjutnya, akan diupayakan dengan memberikan bantuan modal usaha, agar anak-anak yang sudah MA dapat menjadi pengusaha-pengusaha muda di masa depan.

“Tentu ini adalah kerja berat, tidak mungkin kami dapat menjalankannya seorang diri dengan kelompok Komunitas kami yang kecil, tentu kami memiliki harapan agar para stake holder, para tokoh bangsa, tokoh agama dan tokoh adat dapat memberikan penguatan, suport dan doanya terhadap kami,” ungkapnya.

Begitu juga dengan seluruh komponen masyarakat se-Indonesia. “Kami hadir untuk agama, bangsa dan negara. Kami lahir dari umat dan akan kembali kepada umat. Semoga kiranya, cita-cita kita semua dapat terwujud,” sebutnya.  

Dia juga merinci cita-citnya, adalah bertujuan untuk memajukan negeri. “Menjadi negara yang maju, negara beradab, negara yang bermoral dan negara yang memiliki kemandirian, kejayaan dan kemakmuaran, ialah tujuan kami,” tandasnya.  

Dipenutup sambutan, Mas’ud yang khas dan gesturnya akrab dengan tebar senyuman dan menjaga kesantunan serta kesopanan, tak lupa meminta nasihat. “Mohon, kami generasi muda untuk dinasihati dibimbing dan diberikan penguatan dari seluruh masyrakat Indonesia untuk kami,” tutup Mas’ud. (ting).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *