17 Lumba-lumba Terdampar, Tumpahan Minyak Dituding Penyebabnya

editor -9 views

PORT LOUIS| Lumba-lumba sekira 17 ekor ditemukan mati terdampar di pesisir Mauritius. Tak pelak, warga khususnya pegiat lingkungan hidup gerah hingga memunculkan tudingan bahwa peristiwa kematian hewan mamalia di laut itu adalah disebabkan tumpahan minyak.

Namun kementrian perikanan Mauritius menampik bahwa kematian Lumba-umba itu disebabkan oleh gigitan Hiu. “Bahwa ‘jika dilihat sekilas’ kematian mereka tidak ada hubungannya dengan tumpahan minyak,” kata Menteri Perikanan Mauritius, seperti dikutp BBS kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, setidaknya dua lumba-lumba memiliki bekas gigitan hiu. Bangkai lumba-lumba itu kini tengah diautopsi.

Sementara pegiat lingkungan hidup menampik dan melontarkan nada gerah hingga merinci  bahwa Lumba-lumba mati, jarang ditemukan dalam jumlah banyak dalam waktu yang bersamaan.

Salahsatunya, Nitin Jeeha, seorang warga, kepada BBC  mengatakan, bangun di pagi hari ini untuk melihat banyak lumba-lumba mati di pantai kami, ini lebih buruk dari mimpi buruk. “Saya sudah melihat sekitar delapan sampai sepuluh lumba-lumba mati. Apakah ada lebih banyak di laguna?,” sebutnya menyoal kematian hewan laut tersebut.

Meskipun banyak lumba-lumba ditemukan mati, beberapa ditemukan terdampar di pantai dalam kondisi lemah atau sekarat. Bahkan, aktivis lingkungan mengatakan kepada BBC kematian mereka disebabkan oleh tumpahan minyak.

Kapal MV Wakashio menabrak terumbu karang pada 25 Juli di Pointe d’Esny, tempat yang dikenal sebagai suaka bagi satwa liar langka. Area tersebut mencakup lahan-lahan basah yang ditetapkan sebagai lokasi penting internasional oleh konvensi lahan basah Ramsar.

Oceanografer Vassen Kauppaymuthoo mengatakan lumba-lumba tersebut mencium bau bahan bakar. “Dalam opini saya, situasi ini akan terus memburuk seiring dengan berjalannya waktu,” katanya seperti dilansir dari media setempat.

Sementara, pegiat lingkungan Sunil Dowarkasing mengatakan, penyebab kematian lumba-lumba tersebut antara tumpahan minyak dari kapal Jepang tersebut atau penenggelaman haluan kapal oleh otoritas minggu lalu.

Otoritas memutuskan menenggelamkan haluan kapal minggu lalu (Reuters). “Penenggelaman itu mungkin mengganggu mamalia laut di habitat alami mereka. Akan ada dampak setelahnya, dan ini baru permulaan,” kata Dowarkasing.

Greenpeace Afrika telah memperingatkan bahwa “ribuan” spesies hewan “berada dalam resiko tenggelam di tengah polusi laut, dengan konsekuensi yang buruk bagi ekonomi, ketahanan pangan, dan kesehatan Mauritius.” Namun Sudheer Maudhoo, menteri perikanan Mauritius, mengatakan tes awal pada lumba-lumba mengindikasikan tidak ada kaitan antara tumpahan minyak dengan kematian lumba-lumba.

Ia mengatakan terdapat gigitan hiu di setidaknya dua lumba-lumba, namun tes lanjutan masih dibutuhkan untuk mengidentifikasi penyebab kematian mereka. (BS)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *