Skandal Seks S Minta VC Bugil Jam Kerja, Gubsu: Bila Terbukti Dicopot

editor -536 views
DS dan penasehat hukumnya usai memberikan laporan di Polda Sumut
Photo: DS dan penasehat hukumnya usai memberikan laporan di Polda Sumut

Medan|MediatorPost: Skandal seks oknum pejabat Pemprovsu berinisial S dengan DS janda muda beranak 2, hinga menguak permintaan Video Call (VC) bugil pada jam kerja, terus bergulir. Setelah dilaporkan ke Ditreskrimsu Polda Sumut, Rabu (9/9), dengan nomor STTLP/1421/VII/2020/SUMUT SPKT III.

Belakangan bikin orang nomor satu di Pemprov Sumut adalah Gubsu Edy Rahmayadi gerah, hingga keluarkan pernyataan berupa ancaman pencopotan terhadap pejabat yang terbukti terlibat skandal seks.

“Kalau salah, ya dihukum. Biar ditangani oleh aparat hukum dulu,”  kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi,  menyikapi skandal sek salahsatu petinggi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajarannya, Kamis (10/9/2020).

Edy  juga meminta aparat kepolisian melakukan tugasnya terlebih dahulu. Apabila terbukti, mantan Pangkostrad ini tidak segan-segan untuk mencopot oknum Kepala Dinas berinisial S tersebut. “Bila terbukti akan saya copot,” tegasnya.

Sebelumnya, persisnya, Rabu (9/9/2020), usai memberikan laporan DS mengaku dirinya sudah berbulan-bulan menjadi objek seks oknum pejabat tersebut, namun tak kunjung dinikahi.

“Kenalan 2019 tapi pertemuan pertama 2020. Pertemuan itu berlangsung karena ada keperluan bisnis. Pada pertemuan kedua, saya sudah mulai melihat gelagat dia tidak baik,” ujar DS didampingi kuasa hukumnya Hisar Yudika Purba dan Kesatria Tarigan di sebuah cafe di Kota Medan

Selanjutnya, pimpinan OPD berinisial S tersebut mulai berani menggoda DS. Bahkan si S terang-terangan meminta DS berhubungan badan di dalam mobil.

“Saya punya bukti soal dia minta itu (berhubungan dalam mobil). Setelah itu hubungan kita berlanjut. Setelah beberapa bulan berhubungan, saya seperti dijadikan objek seks. Dia (S) pernah minta video call dengan keadaan saya telanjang padahal sedang jam kantor,” ungkapnya.

DS Pernah Diintimidasi akan Dilaporkan

Terpisah, persisnya ketika persoalan ini belum mencuat kepermukaan dan bergulir ke ranah hukum, perempuan berdarah Aceh tersebut kepada kru media pernah mengatakan, kalau dirinya mendapatkan tekanan pshikis dari oknum pejabat tersebut.

“Karena beberapa bulan belakangan ini S tak memenuhi janjinya, untuk menikai saya dan kebutuhan kami tidak dipenuhi. Aku pun sempat panik dan mengungah hasil percakapan WA ke mediasosial (medsos),” katanya di salahsatu cafe di jalan pemuda, ketika itu.

Bahkan dia merinci unggahannya ke medsos itu, banyak bahasa pornogarfi S yang tak senonoh dan selalu mengajak begituan. “Memang waktu itu Kami sering melakukannya di hotel bahkan di dalam mobil,” bilangnya membeberkan.

Kerana unggahan itulah, S mengancam akan melaporkan ke penegak hukum, namun dirinya tetap bersabar. “S waktu itu bilang kalau dirinya mau dijeput polisi dan langsung dijebloskan ke penjara,” ungkapnya.

Dan sakitnya lagi, bilang DS sambil menitiskan air mata. “Aku pun dianggap S perempuan bayaran. Padahal aku banyak dirugikannya, hancur masa depan kami,” ungkapnya, seperti mengisyaratkan bahwa rumah tangganya jadi hancur berantakan.  

Dia juga membeberkan kalau dirinya mengenal S sebelum menjadi pejabat, bahkan masih bertugas di institusi lain. “Saya pernah diintimidasi oleh S bahwa laporan saya tidak akan bergeming, karena dia dulu pernah bertugas di jajaran itu,” bebernya sembari terus menangis.    

Namun kala itu DS sempat berucap bahwasannya semua sudah terlanjur dan apapun resikonya akan dihadapinya. “Aku tak peduli lagi bang, meski aku dipenjarakannya, tapi aku akan melawan dan membongkar perlakuan objek seks nya kepadaku,” tegasnya, sambil tangannya sesekali menyeka air mata yang membasahi pipinya.

Dia juga meminta kalau, kru media, terus memantau dirinya. “Aku ini perempuan bang, orang lemah kawal dan ajari aku ya bang karena yang kuhadapi ini mantan oknum penegak hukum,” harapnya kepada kru media. (dra).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *