2 Anak Marelan Diadili, Garanya Miliki 10 Gram Sabu

editor -28 views
Sidang Majelis Hakim PN Medan perkara terdakwa kepemilikan sabu
Sidang Majelis Hakim PN Medan perkara terdakwa kepemilikan sabu

Medan|MediatorPost: Sahlan dan Roni Irawan, keduanya warga Marelan terdakwa kasus kepemilikan sabu sebarat 10 gram jalani sidang perdana di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (3/10).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel dalam berkas dakwaan menjelaskan, pada Senin 10 Februari 2020 sekira pukul 13.30, saksi polisi Rubiono,  M Hanan Arifin dan saksi Didit Susanto melakukan penangkapan terhadap Wiwin Ardiansyah di Jl. Marelan Raya depan pabrik tahu Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan dan ditemukan narkotika jenis sabu.

“Kemudian dilakukan interogasi kepada Wiwin Ardiansyah  dan diperoleh keterangan bahwa Wiwin Ardiansyah memperoleh narkotika jenis sabu dari terdakwa Sahlan. Kemudian para saksi melakukan pengembangan dan membawa Wiwin Ardiansyah berikut barang bukti sabu untuk melakukan penangkapan terhadap terdakwa,” kata jaksa di hadapan Hakim Ketua Abdul Kadir.

Kemudian, pada hari 10 Februari 2020 sekira pukul 16.00 Wib saksi Rubiono, saksi M Hanan Arifin dan saksi Didit Susanto melakukan penangkapan terhadap terdakwa di Jl Marelan Raya Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Kota Medan dan ditemukan barang bukti dari kantong celana yang dikenakan terdakwa dua buah plastik klip berisi sabu.

“Selanjutnya para saksi melakukan pemeriksaan ke rumah terdakwa di Pasar II Timur Gg. Butut Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan Kota Medan dan setibanya di rumah terdakwa  para saksi langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti di atas kulkas ruang dapur berupa dua buah plastik klip berisi sabu dan dari lemari ruang dapur ditemukan barang bukti berupa satu kaca pin berisi sisa sabu,” sebutnya.

Dari pengakuan terdakwa, sabu itu diperoleh dari Hendra Surbakti (DPO) dengan tujuan untuk dijual kembali dengan perantara terdakwa Roni Irawan.

“Kemudian para saksi melakukan pengembangan hingga pada hari Senin 10 Februari 2020 sekira pukul 21.00 para saksi berhasil mengamankan terdakwa Roni Irawan,” ujarnya.

Jaksa melanjutkan, perbuatan terdakwa  diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (in)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *