2 Pembunuh Hakim Jamaluddin Divonis Mati PT

editor -7 views

Medan|MediatorPost: 2 Eksekutor Pembunuh Hakim Jamaluddin, adalah Jefri Pratama (43) dan M Reza Fahlevi (28) yang sebelumnya dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan. Kini menjadi hukuman mati di peradilan tingkat banding adalah Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

PT Medan menilai hukuman seumur hidup  dan hukuman 20 tahun penjara terlalu ringan dan tidak sepadan dengan kesalahan yang dilakukan Jepri Pratama dan M Reza Fahlevi.

Pada vonis itu, disebutkan terdakwa Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama sebagaimana di dakwakan dalam Dakwaan Primair Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun cukilan dari isi putusan yang dilansir dari di website Mahkamah Agung (MA), Senin (21/9), yaitu Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Jepri Pratama dan M Reza Fahlevi dengan pidana mati. Diketahui
hakim tinggi putusan itu, adalah Ronius dengan anggota Purwono Edi Santoso dan Krosbin Lumban Gaol.

Hakim sepakat menilai perbuatan Jefri Pratama dan Reza Fahlevi sangatlah sadis dan biadab yang telah sangat terencana menghabisi nyawa hakim PN Medan Jamaluddin. Sehingga kedua terpidana pembunuhan yang dikomandoi  Zuraida Hanum,istri kedua Alm Jamaluddin setimpal dengan perbuatannya.

“Terdakwa Jefri Pratama dan Reza Fahlevi serta  Zuraida Hanum selaku otak pembunuhan dapat dikategorikan sebagai perbuatan sadis dan tidak berperikemanusiaan maka pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa Jefri Pratama dan Reza Fahlevi serta Zuraida Hanum harus diperlakukan sama dan adil, sesuai dengan amar putusan ini,” kata majelis hakim.

Ketiga hakim tinggi itu kemudian berharap dengan putusan seperti itu akan memberikan efek jera dan takut kepada orang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari.

Di tempat terpisah Penasihat Hukum (PH) Almarhum Jamaluddin mengapresiasi putusan Pengadilan Tinggi Medan tertanggal 10 September 2020 yang menghukum tiga terdakwa dengan hukuman mati tersebut memberikan penilaian.

“Memang itulah yang semestinya, karena pada dasarnya inikan pembunuhan berencana dari mereka bertiga. Jadi ini sudah pas, 340 nya udah duduk,” ujar Muhammad Jafaruddin melalui sambungan telpon kepada wartawan, Selasa (22/09/2020).

Namun Jafaruddin mengaku masih melihat putusan itu di website Pengadilan Tinggi Medan. Dan berkas putusannya belum sampai ketangan mereka.

Seperti diketahui Zuraida Hanum membunuh suaminya yang merupakan hakim PN Medan di rumahnya Perumahan Royal Monaco, Medan, pada 29 November 2019 dini hari.

SEkedar mengingatkan, Zuraida Hanum istri korban pembunuhan Alm. Jamaluddin menyuruh Jefri Pratama dan M. Reza Fahlevi untuk menghabisi suaminya. Kemudian jenazah Jamaluddin dibawa ke kebun sawit dan dibuat seolah-olah kecelakaan.

Kasus pembunuhan tersebut dipicu hubungan rumah tangga Zuraida Hanum dengan Jamaluddin yang tidak harmonis dimana belakangan saat sidang di Pengadilan Negeri Medan di antaranya terungkap motif cemburu. (dra)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *