491 Kasus Balita Stunting di Medan

editor -3 views

MEDAN – Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga melaporkan ditemukan 491 kasus balita stunting yang tersebar di 20 Kecamatan dan 104 kelurahan.

Kasus tertinggi, katanya berada di Kecamatan Medan Deli yakni sebanyak 101 kasus dan Kelurahan Titi Papan merupakan kelurahan dengan kasus tertinggi sebanya 82 kasus.

“Hanya satu kecamatan yang tidak ditemui kasus Stunting yakni Kecamatan Medan Polonia,” ungkap Irwan saat menggelar Rembuk Stunting secara Video Conference (Vidcon) di Command Center Kantor Wali Kota Medan Selasa (23/6).

Selanjutnya, Irwan juga memaparkan berdasarkan analisis telah ditetapkan, 10 kelurahan yang akan menjadi lokus rembuk stunting untuk tahun 2020.

“Adapun lokus rembuk stunting untuk tahap awal ini yakni di Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan, Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat, Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan, Kelurahan Sei Mati, Kelurahan Kampung Baru dan Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun dan Kelurahan Tegal Sari I dan Kelurahan Tegal Sari III Kecamatan Meda Area,” jelas Irwan.

Irwan mengatakan, aksi dan analisis serta rekomendasi yang dihasillkan sebelumnya dibahas pada Rembuk ini.

Diharapkan para peserta dapat melihat, mengoreksi, menganalisis, dan memberi masukan.

“Berbagai masalah dan rekomendasi pada aksi sebelumnya akan dibahas pada sesi rembuk kali ini. Kita berharap seluruh peserta dapat melakukan analisis bersama serta memberikan masukan sehingga rembuk stunting ini dapat menjadi solusi dan komitmen bersama penurunan Stunting serta kesepakatan pelaksana kegiatan intervensi penurunan Stunting terintegrasi di Kota Medan,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution menjelaskan Rembuk Stunting tersebut, merupakan aksi ketiga dari delapan aksi konvergensi stunting yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Tujuannya untuk menyepakati program dan kegiatan intervensi penurunan Stunting terintegrasi di Kota Medan.

Disamping itu, Rembuk Stunting juga untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah dengan asosiasi atau lembaga atau organisasi maupun masyarakat agar program ini dapat terintegrasi dengan baik.

Akhyar mengatakan pemerintah pusat telah menetapkan Kota Medan sebagai salah satu lokasi fokus kegiatan intervensi penurunan Stunting terintegrasi pada tahun 2020.

“Menindaklanjuti penetapan lokus tersebut, kita (Pemko Medan) telah menetapkan 10 kelurahan di tujuh kecamatan di Kota Medan. Sebab, 10 kelurahan tersebut terdapat kasus balita stunting. Kita semua berharap setelah dilakukan rembuk stunting ini maka kasus di 10 kelurahan ini akan menurun,” ucapnya.

Ia berharap pelaksanaan rembuk stunting ini akan menjadi semangat baru untuk mendukung agenda-agenda pembangunan kota khususnya pembangunan dibidang kesehatan. (RED/TM)

Berikan Komentar