9 Jenis Jamu Tradisional yang Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh

editor -70 views

Nusantara – Jamu atau Djamu, adalah obat tradisional masyarakat Indonesia. Yang mana Jamu ini terbuat dari bahan alami seperti akar, kulit kayu, bunga, biji, daun dan buah-buahan.

Jamu sudah diperkirakan ada sejak zaman Kerajaan Mataram, di mana ditemukan lesung batu dan alu yang biasa digunakan untuk membuat jamu.

Tanggal 27 Mei 2008 dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Jamu Indonesia. Hingga kini jamu masih terus diteliti di bidang klinis untuk memastikan efeknya.

Meski begitu, jamu telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan senyawa anti mikroba. Berikut jenis-jenis jamu tradisional yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh:

 

Beras Kencur

Jamu beras kencur dibuat dari beras dan rimpang kencur yang diduga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Oleh sebab itu jamu beras kencur dipercaya memiliki banyak khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh, di antaranya yaitu untuk mengontrol berat badan dan sebagai anti diabetes.

Penelitian yang dilakukan oleh Program Studi Farmasi, Universitas Tanjung Pura menunjukkan bahwa beras kencur memiliki efek terhadap tikus ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah, pengontrolan berat badan serta mampu mengurangi kerusakan pada pulau Langerhans pankreas.

 

Kunyit Asam

Seperti namanya, jamu kunyit asam dibuat dari buah/ daun asam dan rimpang kunyit. Warna kuning pada kunyit disebabkan oleh adanya pigmen dari senyawa kurkumin. Kurkumin diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, anti inflamasi, dan anti kanker.

Minuman kunyit asam dipercaya bisa mengatasi nyeri saat haid, karena mengandung senyawa curcumenol yang bertugas sebagai analgesic. Sedangkan pada buah asam, senyawa yang berfungsi sebagai analgesic atau anti nyeri yaitu antosianin.

Menurut penelitian D3 Studi Kebidanan D3 Stikes Harapan Bangsa Purwokerto, minuman kunyit asam berpengaruh terhadap penurunan nyeri haid primer pada mahasiswi program studi tersebut.

 

Sinom

Hampir sama dengan kunyit asam, jamu sinom dibuat dari asam jawa yang dipadu dengan kunyit, gula merah, temulawak dan rempah lainnya. Jamu sinom dapat dipercaya bisa meremajakan kulit, mencerahkan kulit, dan meredakan nyeri haid karena berbagai kandungan senyawa antioksidan dan anti inflamasi di masing-masing bahan.

 

Temulawak

Jamu temulawak berbahan dasar temulawak dengan tambahan asam jawa, Gula aren , daun pandan serta jinten. Jamu temulawak kerap dijadikan minuman Pereda mual, sakit perut, pusing dan gejala masuk angin.

Temulawak sendiri mempunyai kandungan antioksidan yang dapat mencegah terjadinya kerusakan sel pada mukosa lambung akibat radikal bebas. Komponen senyawa yang bertindak sebagai antioksidan dari rimpang temulawak adalah flavonoid, fenol dan kurkumin.

 

Galian Singset

Jamu galian singset ini terdiri dari kencur, temu lawak, kunyit, asam jawa, kayu manis, merica, laos, serai, kunyit, cengkeh, kapulaga, ketumbar, dan beberapa rempah tradisional lainnya.

Jamu ini cukup legendaris di Indonesia guna menjaga bobot badan ideal karena mengandung beberapa tanaman obat antiobesitas dan antidislipidemia, seperti daun jati belanda, kunyit dan biji pinang.

Jamu tersebut sampai saat ini masih digunakan oleh kalangan Keraton Surakarta di Jawa Tengah.

Daun jati belanda sendiri mengandung flavonoid dan steroid serta tanin yang berperan sebagai antiobesitas melalui inhibisi enzim lipase.

 

Jamu Pahitan

Bahan baku jamu pahitan adalah daun sambiloto. Tambahan lainnya dalam jamu ini cukup bervariasi ada yang sambiloto saja dan ada yang ditambahkan dengan bahan pahit lainnya seperti brotowali dan lainnya.

Seperti namanya jamu pahitan ini dianggap sebagai jamu paling pahit. Jamu pahitan dipercaya berkhasiat untuk penyembuhan penyakit gatal-gatal, sebagai jamu bersih darah, dan anti alergi.

 

Uyup-uyup

Jamu uyup-uyup pada umumnya berbahan dasar Kencur (Kaempferia galangan L.), Kunyit (Curcuma domestica Vahl.), Lempuyang (Zingiber spp.), Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb), Simbukan (Paederis foetida L.), Luntas atau Beluntas (Pluchea indica L.), Kunci (Boesenbergia pandurata) dan Cowekan atau Pegagan (Centella asiatica).

Jamu uyup-uyup/gejahan ini dipercaya berkhasiat memperlancar asi pada Ibu yang menyusui.

 

Kunci Sirih

Jamu kunci sirih dibuat dari temu kunci (Boesenbergia pandurata) dan suruh atau sirih (Piper betle L.). Di masyarakat umum, jamu ini dipercaya berkhasiat untuk mengobati keputihan. Khasiat dari jamu yang satu ini sangat baik untuk perempuan.

Namun dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Program Studi Farmasi, Universitas Tanjungpura, jamu kunci sirih memiliki kandungan senyawa yang berfungsi sebagai anti diabetes. Penelitian ini masih harus terus dilakukan terutama pada manusia.

 

Kudu Laos

Seperti namanya, jamu kudu laos diracik dari mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan laos atau lengkuas (Alpinia galanga). Mengkudu telah banyak diteliti dan memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, di antaranya yaitu meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai anti diabetes, mencegah kanker dan pemulihan sel, serta menjaga kesehatan kulit.

Sedangkan manfaat lengkuas yaitu mendukung kesehatan otak, mencegah kanker, merawat kulit, meredakan batuk dan tenggorokan serta meningkatkan kesuburan pria.

(Red)

Berikan Komentar