ADD tak Transparan, Warga Desa Didampingi LSM-GMBI Polisikan Keuchik

editor -17 views
Pengurus LSM GMBI tunjukkan bukti lapor ke polisi
Pengurus LSM GMBI tunjukkan bukti lapor ke polisi

Nagan Raya| MediatorPost: Dilatari tak transparannya Keuchik atau Kepala Desa, dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) Alue Seupeng Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya. Tampaknya, bikin warga gerah bin kepanasan.

Juntrungya pun tak main-main, warga didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonseia (LSM-GMBI) Distrik Nagan Raya melaporkan dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) mulai dari tahun 2016 hingga 2018, ke polisi alias polisikan keuchik.

Kepada kru media, Selasa (22/09/2020) Ketua LSM GMBI Distrik Nagan Raya Syamsul Arif mengatakan, pihaknya telah mendampingi warga Desa Alue Seupeng Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya, untuk membuat laporan dugaan penyimpangan yang bermuara kepada kerugian negara ke kepolisian.

Dalam laporan ke polisi tersebut, jelasnya, diuraikan dugaan penyimpangan ADD Tahun 20016-2018. “Tentulah indikasi penyimpangannya mengerucut kepada keuchik atau kepala desa dan aparatur pemerintahan lainnya di jajaran desa itu,” ulasnya.

Laporan itu, terang Syamsul Arif, dokumen indikasi penyimpangan itu sebelumnya telah dilakukan koordinasi dengan dengan pihak Kecamatan Tadu Raya. “Tentulah sehubungan dengan keluhan masyarakat terhadap ketidaktransparannya penggunaan ADD itu, yang kemudian barulah dilaporkan kepolisi,” tandasnya.

Adapun, tujuan penyerahan dokumen adalah agar jelas dan tidak terjadi kesalah pahaman di kalangan desa yang menyebabkan warga menjadi berkelompok kelompok. “Sehingga ke depannya ada keterbukaan tentang dana desa,” ujar Syamsul Arif.

Kemudian harapannya juga, ke depan penggunaan ADD bisa berjalan sebagai mana diatur dalam peraturan Kementrian Desa, tentang penggunaan dana desa dan peraturan perundang-undangan  lainnya, di antaranya Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik.

Laporan masyarakat tersebut diterima langsung aparat kepolisian. “Pihaknya berharap dengan apa yang dilakukan warga tersebut ke depannya dapat menemui titik terang, sehingga pembangunan desa dapat lebih dipacu lagi,” sebut orang nomor satu LSM GMBI itu.  

Sementara salahseorang Warga Desa Alue Seupeng Kecamatan Tadu Raya, yang namanya minta tak dituliskan mengaku, selama ini Keuchik dalam penggunaan dana desa terkesan tidak terbuka atau tak transparan.

Harusnya aparatur desa terbuka dalam penggunaan dana desa kepada masyarakat. “Sehingga, masyarakat mendapatkan informasi yang benar terhadap penggunaannya,” bebernya. (DA)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *