Ahli Kendaraan Tempur dan Jago Bahasa Gugur Harumkan Nama Bangsa

editor -1 views

JAKARTA. TNI baru saja kehilangan prajurit bertalenta Serma Rama Wahyudi yang gugur saat bertugas sebagai pasukan PBB di Republik Demokratik Kongo.

Komandan Denpal 1/4 Pekanbaru Letkol CPL TNI Joto Wirotono Marpaung mengatakan Mayor Rama Wahyudi adalah satu-satunya prajurit TNI Angkatan Darat di Detasemen Peralatan (Denpal) 1/4 Pekanbaru yang terpilih berangkat untuk misi perdamaian PBB.

“Wahyudi terpilih karena berprestasi dan dikenal sebagai sosok yang pekerja keras.” kata Joto.

Tak hanya itu, Perwira Karier (PK) 12 angkatan 2005 itu juga ahli di bagian kendaraan tempur.

“Selama ini almarhum bertugas di bagian Bengkel Lapangan Denpal 1/4 Pekanbaru. Dia adalah mekanik handal kami. Dia ahli di bagian kendaraan tempur seperti tank dan juga senjata” jelasnya.

“Almarhum itu juga menguasai beberapa bahasa, seperti bahasa Inggris dan mandarin” tambahnya

Selama di Kongo, menurut Joto, Wahyudi dipercaya sebagai Komandan Seksi Angkut (Dansiang).

Kendaraan Pasukan PBB indonesia usai diserang di Republik Demokratik Kongo

Serma Rama Wahyudi bekerja mengatur pasukan maupun memperbaiki tank tempur.

Menurut Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi M.P Sibuea, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika, pada Senin (22/6) pukul 17.30 waktu setempat. Saat itu Serma Rama dan rekannya sedang melakukan tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

“Ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo. Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF),” ujar Letkol Sibuea dalam keterangan tertulis Puspen TNI, Rabu (24/6/2020).

Serma Rama tergabung dalam Satgas Kizi TNI XX-Q/Monusco. Dalam serangan tersebut, seorang rekan Serma Rama juga terluka. Prajurit TNI yang terluka itu bernama Pratu M Syafii Makbul.

Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma MONUSCO,” jelas Letkol Sibuea.

Untuk diketahui, Satgas Kizi TNI XX-Q/Monusco merupakan satgas PBB dari Indonesia yang banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di daerah misi. Satgas tersebut telah mendapatkan apresiasi besar dari Markas PBB, salah satunya adalah program pembangunan dan rehabilitasi jalan Kasinga-Kadidiwe, Kongo.(dari berbagai sumber)

 

 

 

 

 

 

Berikan Komentar