Aneh! Babi Hutan Ini Maunya Makan Nasi dan Ngopi

editor -6 views

BANYUMAS – Banyumas dihebohkan dengan kehadiran babi hutan atau celeng. Binatang liar satu ini tidak mau memakan tumbuh-tumbuhan ataupun buah-buahan layaknya babi hutan liar, tapi nasi, minum kopi dan teh hangat.

Babi hutan aneh yang menghebohkan itu dipelihara warga Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas bernama Tukiran alias Bawor (55). Babi hutan itu memiliki jari dan kuku yang panjang dan punya kebiasaan yang tak lazim.

Babi hutan itu diletakkan di kandang besi beralaskan kayu berukuran sekitar 1×3 meter. Ada satu baskom kecil bermotif bunga untuk menaruh pakan babi hutan tersebut.

Bawor, sang pemilik babi hutan itu menuturkan binatang peliharaannya memiliki taring yang tumbuh ke samping. Hal ini berbeda dengan babi hutan pada umumnya yang taringnya tumbuh ke atas atau bawah.

Tak hanya itu, kakinya juga aneh. Setiap kaki memiliki jari sejumlah empat buah. “Keanehannya kalau saya lihat sendiri itu, ada celeng kok kakinya bisa seperti kayak gini, depan belakang. Jarinya itu jumlahnya empat, jadi belakang empat, depan empat,” kata Bawor kepada wartawan di rumahnya, Senin (15/6/2020) seperti dikutip dari detikcom.

Bawor mengaku kerap berburu babi hutan untuk dijual kembali atau dimasak rica-rica. Babi hutan yang berbentuk aneh itu dia dapatkan dari kawasan Karang Nini, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sekitar tiga bulan lalu.

Keunikan lain dari babi hutan itu yakni tidak mau makan dedaunan. Makanannya lebih memilih nasi dan minum kopi serta teh hangat.

“Babi hutan itu saya pelihara, tapi makannya ya aneh, maunya makan nasi sama daging celeng, minum teh manis sama kopi, air bening mentah tidak mau, makanan mentah tidak doyan, gandul (pepaya) mentah, singkong mentah tidak mau. Celeng lain kalau dikasih gandul mentah ya mau,” jelasnya.

Babi hutan aneh itu pun menyedot perhatian warga yang kemudian berbondong-bondong mendatangi rumah Bawor. Para pengunjung yang ingin melihat babi itu pun sempat dicek suhu tubuhnya untuk menghindari penyebaran virus Corona atau COVID-19. (red)

Berikan Komentar