Astaga…! Dipinagmancung Tebingtinggi Marak Judi Sangkuang dan Sabungayam

editor -31 views
Judi jenis dadu guncang dan sabung ayam
Judi jenis dadu guncang dan sabung ayam

Tebingtinggi: Judi sangkuang, sabung ayam dan jackpot di salahsatu rumah birinisial PTR, Warga Pinang Mancung Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi tak lagi cuma sebatas rahasia umum, tapi kelakuan yang merupakan Penyakit Masyarakat (Pekat) itupun tahapnya sudah meresahkan warga.

Aneh dan parahnya, meski kegiatan yang dilarang agama di Kota Lemang itu sempat dibubarkan salahsatu Organisasi Keislaman (OKI). Namun, di tengah gencarnya sosialisasi Adab Kebiasaan Baru (AKB). Kegiatan judi di sana pun seperti gencar pula membuntuti, dengan bikin kegiatan berjudi baru.

Mirisnya lagi, kegiatan melanggar hukum di lokasi milik PTR itu pun, disebut-sebut dibekingi oknum aparatur penegak hukum. Bahkan juntrungnya, warga di sana seperti dibungkam dan takut untuk membongkar kegiatan yang bikin resah dan merusak mental generasi muda itu.

Setidaknya, hingga Rabu, (23/09/2020), investigasi yang dihimpun di lokasi perjudian itu. Dari luar lokasi terebut terlihat jelas  kendaraan roda dua dan empat yang terparkir di pelataran. Puncaknya menjelang sore parkir yang ada di lokasi tersebut nyaris membludak.

Sedangkan, para pengunjung terlihat ada yang datang membawa ayam jantan dari berbagai varian mulai dari Siam Bangkok hingga Siam Blasteran. Tak itu saja pengunjung yang turun dari mobil dan kendaraan roda dua rata-rata membawa tas dan satu-satu ada yang terlihat membawa kopor.

Sementara dari lokasi itu, praktek permainan judi sangkuang dilakukan bandar dan pemain, yaitu dengan cara bandar mengocok tiga buah dadu di dalam satu mangkok beralaskan piring kecil, lalu pemain menebak angka yang akan muncul dengan menaruhkan uang di lembaran karton yang telah disiapkan.  

Kemudian, bila peserta atau pemain berhasil menebak angka yang dikocok bandar maka tebakannya bisa beruntung mulai dari 1 kali lipat hingga tiga kali lipat dari nilai uang yang dipertaruhkan di lembaran karton tersebut. Dan jika tidak beruntung maka taruhan tersebut ditarik bandar.   

Untuk judi jackpot, terlihat puluhan mesin yang dikerumuni para pemain dengan menggunakan coin dan menekan-nekan tombol yang ada di mesin tersebut. Sesekali terdengar suara coin seperti tumpah dari mesin tersebut.

Terhadap kegiatan judi sabung ayam, terlihat beberapa ayam berlaga dan dikerubungi oleh peserta judi dengan mempertaruhkan uang terhadap salahsatu ayam yang bertarung atau berlaga.   

Dan mirisnya, kegiatan yang diharamkan agama itupun meresahkan warga, hilir mudik kendaraan hingga larut malam membuat istirahat warga sekitar terganggu.

“Kami sangat resah dengan kegiatan judi sangkuang dan sabung ayam serta jackot. Jadi payah kami tidur malam bang, bising kali kendaraan hilir mudik dan ada pulak yang menggeber-geberkan keretanya kalau malam hari,” ulasnya sembari megnatakan, kalau diributi takutnya akan terjadi apa-apa, sebab desas-desusnya kegiatan itu dibekingi oknum aparat.  

Tak hanya itu, warga juga mengatakan kalau kegiatan yang melanggar norma agama itu juga akan mempengaruhi mental generasi muda di kampong ini. “Kami takut anak-anak kami jadi penjudi, tolonglah kepada aparat yang berwenang diberangus lah itu judi di sana,” celotehnya.  

Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Wartawan Indonesia (DPD KOMNAS-WI) Kota Tebingtinggi, Tuah Mada Hasibuan menyampaikan keheranannya. “ Saya heran kenapa judi itu dibuka lagi, padahal pada tahun sebelumnya sudah pernah ditutup (FPI), namun kini marak lagi di era AKB,”ungkapnya.

“Dalam waktu dekat ini DPD KOMNAS – WI akan menyampaikan surat kepada Kapolres dan Walikota dengan tembusan jajaran jajaran pemerintahan kecamatan dan kelurahan serta berbagai pihak yang berkepentingan termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI),”ungkapnya.  

Dia menegaskan, praktek judi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut sebab selain dari pada melanggar norma agama dan melanggar hukum, khususnya masa pandemi covid-19 yang belum berakhir ini.

“Kami sebagai warga Tebingtinggi berharap aparat pemerintah dan aparat penegak hukum proaktif dan serius dalam menanggapi hal tersebut,” tutupnya (JS).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *