Astaga! Terlilit Hutang, Oknum ASN Tapteng Terbitkan Suket Palsu

editor -6 views

TAPTENG – Tak sanggup membayar hutang membuat EWT (49) putus asa. Oknum Aparat Sipil Negara (ASN) Tapanuli Tengah (Tepteng) itupun memalsukan surat keterangan (suket) rapid test.

Warga Jalan Padangsidimpuan, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara itu nekat melakukan penipuan itu tanpa direncanakan. Menurutnya, niat itu timbul begitu saja karena terlilit hutang.

Dari hasil penipuan mengeluarkan suket palsu, EWT sudah bisa mencicil hutangnya sebesar Rp 2,5 juta.

Hutang itu, terjadi saat ia membuka usaha galian C di sekitar Pinangsori. Karena kekurangan modal, akhirnya EWT meminjam uang ke rentenir.

“Waktu itu saya minjam uang ke rentenir ketika mau buka usaha galian C di sekitar Pinangsori. Tapi usaha itu bangkrut, dan saya terlilit hutang yang cukup banyak,” katanya.

Ia pun menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu adalah salah, dan tidak terpikir sampai berakibat fatal seperti sekarang ini.

“Saya benar-benar menyesal atas perbuatan saya ini. Tetapi karena desakan hutang terpaksa saya lakukan,” ucapnya dengan raud wajah sedih.

Sementara itu salah seorang tersangka lainnya MAP (30) yang bekerja sebagai perawat di Klinik Yakin Sehat mengaku, disuruh EWT untuk melakukan pengambilan darah. Dia diberikan upah sebesar Rp 700 ribu.

“Pertama sekali saya diberikan uang Rp200 ribu sesudah mengambil darah. Dan kedua kalinya diberikan uang Rp500 ribu. Jadi saya hanya disuruh untuk mengambil darah, sesudah itu saya tidak tahu lagi apa yang dikerjakan EWT,” terangnya.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dedy melalui Kasat Reskrim AKP Sisworo, pihaknya terus mengembangkan kasus Suket palsu tersebut.

“Bukti awal yang menyebutkan Suket itu diduga palsu adalah tidak adanya nomor registrasi Suket. Dilanjutkan dengan tanda tangan dokter yang dipalsukan, hal itu berdasarkan pengaduan dari dokter yang bersangkutan ke Polres Tapteng, dan pengakuan tersangka yang membenarkan memalsukan tanda tangan dokter yang bersangkutan,” terang Kasat.

Pihaknya, ujar Kasat, akan mengembangkan hasil rapid test yang dilakukan tersangka. Pasalnya semua hasil rapid test yang dikeluarkannya, hasilnya negatif alias nonreaktif. (RED)

Berikan Komentar