Atasi Demonstran Anti-Rasisme dengan Kekerasan, Hakim Amerika Larang Polisi

editor -31 views

DETROIT| Hakim federal Amerika Serikat melarang secara sementara Polisi Detroit menggunakan senjata penyerang, cekikan, zat kimia dan peluru karet terhadap demonstran, petugas medis, dan pengamat terhadap unjuk rasa anti-rasisme di kota itu.

Sementara Polisi Detroit menyikapinya akan tetap bersikukuh dan tak mengubah cara menyikapi dan mengatasi pemrotes,  selagi mereka yang memprotes tidak bersikap damai.

Setidaknya, hal itu seperti dilansir Reuters, Sabtu (5/09/2020). Hakim Pengadilan Distrik AS Laurie Michelson mengabulkan sebagian tuntutan dari grup aktivis Detroit Will Breathe terhadap tindak kekerasan polisi.

Menyikapi putusan hakim itu, grup aktivis mengatakan, ini kemenangan tentunya, tapi  putusan tersebut merupakan pertempuran pertama dari perang terhadap anti-rasisme jangka panjang.

Sementara Kepala Polisi Detroit James Craig mengatakan, putusan pengadilan tidak akan mengubah cara petugas mengatasi pemrotes karena mereka hanya menggunakan tindak kekerasan saat pemrotes tidak bersikap damai.

Grup aktivis di Detroit menuding polisi melakukan pemukulan, menembakkan gas air mata, semprotan merica, peluru karet, kanon suara, granat lampu, cekikan dan penahanan massal tanpa alasan jelas.

Grup aktivis ini mengatakan tindakan polisi itu merupakan pelanggaran terhadap hak-hak yang diatur dalam Amandemen Pertama, yang melindungi kebebasan berbicara, seperti tertuang dalam dokumen pengaduan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Michigan Timur.

Alasan aktivis meminta pelarangan sementara ini terkait bentrok antara polisi dan demonstran pada 29 Mei dan 2 Juni, 10 Juli dan 22 Agustus. Putusan larangan sementara ini bakal berlaku selama 14 hari.

Demonstrasi menolak rasisme dan tindakan brutal polisi menyapu Amerika Serikat sejak tewasnya pria kulit hitam George Floyd, 46 tahun, pada 25 Mei 2020. Floyd tewas setelah seorang polisi kulit putih menekan leher belakangnya dengan lutut selama nyaris 9 menit. (bbs)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *