Banding, Gembong Narkoba Divonis Mati

editor -2 views

MEDAN – Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperberat hukuman untuk gembong narkoba, Iin Fauza (32) dengan hukuman mati.

Sebelumnya, ia divonis seumur hidup penjara oleh PN Medan pada (20/6/2019) tahun lalu.

Iin dinyatakan terbukti bersalah membawa narkotika jenis sabu seberat 20 kilogram.

“Mengubah putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 20 Juni 2019 Nomor 602/Pid.Sus/2019/PN Mdn yang dimintakan banding. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Iin Fauza dengan pidana mati,” demikian putusan Majelis Hakim Tinggi diketuai Agustinus Silalahi didampingi hakim tinggi anggota, Sumartono dan Pontas Efendi, sebagaimana dikutip dalam website Mahkamah Agung (MA), yang diterima wartawan, Senin (22/6/2020) sore.

Majelis hakim berpendapat, perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam amar putusan PT Medan, terdakwa Iin Fauzi bersama Irfan Fadli ditangkap di pintu keluar Tol Amplas, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, pada tanggal 14 Oktober 2018.

Saat itu, tiga petugas dari Ditres Narkoba Polda Sumut yang sedang melakukan patroli, menerima informasi bahwa keduanya dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia abu-abu metalik BM 1595 QS, membawa sabu dari Riau tujuan Medan.

Sekira jam 00.50 WIB, melihat hendak membayar tol, polisi langsung menghentikan mobil terdakwa.

Ketika akan dihentikan petugas, selain kedua terdakwa, di dalam mobil juga terdapat seorang lagi bernama Chandra (DPO) yang berusaha menerobos pintu keluar tol.

Namun, mobil yang ditumpangi terdakwa berhasil dihentikan petugas dengan kondisi ban depan mobil pecah.

Seketika itu polisi menghampiri mobil dan menemukan 3 orang laki-laki yakni Iin Fauza, Irfan Fadli, dan Chandra.

Pada saat penangkapan tersebut disita barang bukti berupa 2 tas berisi 19 bungkus sabu yang dikemas dalam plastik teh warna hijau. Ditemukan juga 1 tas warna hitam yang didalamnya terdapat sabu dengan total sebanyak 20 bungkus dengan berat keseluruhan seberat 20.000 gram netto.

Setelah diintrogasi, terdakwa mengakui bahwa Fauzi diajak oleh Irfan untuk membawa dan mengantarkan sabu dari Riau ke Medan dengan imbalan uang sebesar Rp 1 juta. (TM)

Berikan Komentar