Parpol Pengusung Tolak Omnibus Law, Kelompok Buruh Deklarasi Dukung Akhyar-Salman

editor -8 views
Deklarasi SBMI dukung Pasangan Akhyar dan Salman
Deklarasi SBMI dukung Pasangan Akhyar dan Salman

Medan-MediatorPost: Penolakan buruh terhadap Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja di Medan tampaknya terus bergulir. Jika sebelumnya dilakukan dengan gerakan aksi jalanan. Kali ini beranjak ke Pentas Politik.

Tak pelak, bagi Partai Politik (Parpol) yang menolak UU Omnibus Law adalah Demokrat dan PKS pun ketiban ‘buahmanis’ khususnya dalam perhelatan pentas politik Pilkada Serentak 2020. Hasilnya, Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Kota Medan yang diusung kedua parpol tersebut mendapatkan dukungan dari kelompok buruh.

Adalah Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) Kota Medan mendatangi Paslon Walikota dan Wakil Walikota Medan Akhyar-Salman (Aman) untuk memberikan dukungan dalam Pilkada Kota Medan 2020.

“Berangkatnya dari isu politik nasional mengenai rancangan UU Omnibus Law. Kita tahu UU 13 tentang keberadaan serikat buruh, pelaksanannya belum maksimal dijalankan oleh pemerintah. Sekarang dibuat lagi UU Cipta Kerja yang jelas banyak mengebiri kaum buruh,” kata Ketua DPC SBMI Kota Medan Syaiful Amri saat deklarasikan dukungan di rumah pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Sabtu (10/10/2020)

Melihat penolakan Partai Demokrat dan PKS, dua partai pendukung Akhyar-Salman. “Maka SBMI mengambil sikap mendukung AMAN, karena kami anggap ini adalah partai yang membela kaum buruh,” ujar.

Sementara Anggota SBMI Edin Sinaga mengatakn, jika Aman menang nanti dan ada permasalahan buruh di perusahaan. “Kami minta ketegasan pasangan nomor satu untuk menindak tegas perusahaan yang melanggar hak normatif buruh. Seperti UMK dan regulasi lainnya,” ungkap

SBMI menilai kebijakan politik dua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat membuat mereka mendeklarasikan diri mendukung pasangan tersebut. “Kami mendukung pasangan yang diusung PKS dan Demokrat untuk Pilkada Kota Medan 2020,” tandasnya.

Dia menegaskan dukungan itu diberikan agar ke depan, pasangan Akhyar dan Salman dapat mengambil tindakan tegas terhadap para pengusaha nakal yang merugikan kaum buruh di Kota Medan.

Sementara Calon Wakil Wali Kota Medan Salman Alfarisi mengatakan, dirinya dan Akhyar sudah memiliki pengalaman di legislatif. Selama itu pula selalu berjuang agar regulasi dan hak normatif buruh sesuai UU dipenuhi perusahaan.

“Bang Akhyar dan saya punya pengalaman di DPRD Medan. Saya sendiri pernah di komisi B sekarang komisi II. Kami sering mengadvokasi para buruh, mengenai upah kerja dan hak normatif lain, tak jarang kami selalu menjadi mediator. Boleh lihat track  dan record, pernahkah saya berpihak kepada perusahaan? Yang jelas kita berjuang agar regulasi dan hak normatif buruh sesuai UU agar dipenuhi perusahaan,” ungkapnya.

Politisi PKS itu juga mengatakan, dengan amanah ini ke depan pihaknya bisa bekerja bersama buruh dalam menegakkan keadilan dan memperjuangkan hak buruh. 

“Semangat pasangan AMAN didukung oleh dua partai Demokrat dan PKS. Dua partai oposisi yang mendukung kaum buruh. Kami ingatkan juga bahwa pasangan AMAN tidak bergantung kepada oligarki. Kami betul-betul merdeka sepenuhnya bahwa pasangan AMAN tidak disetir siapapun baik rezim ataupun oligarki politik,” tegas Salman didampingi Ketua Tim Pemenangan Ibrahim Tarigan.

Sekadar diketahui, fraksi PKS dan Demokrat di DPRRI menentang disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja. Fraksi PKS dan Demokrat bahkan melakukan walk out saat sidang paripurna. (dra)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *