Biadab…! KKB Papua Tembak Pendeta di Intan Jaya

editor -12 views
Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua
Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua

Papua| Tindakan biadap Kelompok Kriminal Bersentaja (KKB) Papua kembali berulah. Mirisnya kali ini, menembak seorang pendeta Yeremia Zanambani yang merupakan masyarakat asli Suku Moni dimana perannya di tengah-tengah masyarakat membuat terjemah Alkitab ke dalam bahasa Moni.

Tak pelak kejadian inipun mendapatkan reaksi keras dari Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa, dan mengkalim kalau peristiwa tersebut untuk mencari perhatian dunia internasional menjelang sidang umum PBB pada 22-219 Septmber 2020. 

“Penembakan itu terjadi di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, pada Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIT,”  ungkap Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa, melalui rilis, Minggu (20/9/2020).

Ditegaskannya, apa yang dilakukan KKB di Intan Jaya tidak lain untuk mencari perhatian dunia internasional menjelang sidang umum PBB pada 22-29 September 2020.

“Sebagaimana yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini,” bebernya  dia memahamkan klaim terhadap pencarian perhatian dunia.

Tak itu saja, Dia pun mengecam tindakan KKB yang juga menyebar fitnah melalui media sosial dengan menuduhkan pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zarambanin terhadap pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Ditegaskannya, apa yang dilakukan KKB sudah sangat meresahkan masyarakat. “Dari sejak tadi pagi, tiga akun mereka mulai menyebarkan berita bohong dengan memutar balikkan fakta yang terjadi pada penembakan itu,” ulasnya.

Dia juga membeberkan bahwa Fitnah mereka di medsos, jelas sudah setingan dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang sidang umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Dirincinya  dari kejadian tersebut, maka dalam seminggu terakhir ini , KKB telah berulah sebanyak empat kali di Intan Jaya “Sebelum pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani, aksi kekejaman KKB di Intan Jaya pada minggu ini di mulai pada Senin (14/9/2020),” ungkapnya.

Ketika itu, 2 penarik ojek mengalami luka tembak di lokasi yang sama tapi di waktu yang berdekatan, adalah Laode Anas (34) yang terkena tembakan di lengan kanan dan Fatur Rahman (23) mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian dahi dan hidung, serta perut menderita luka tembak.

Tiga hari berselang, KKB kembali beraksi di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa dan menyebabkan gugurnya Serka Sahlan dan seorang warga sipil, Bahdawi.

“Terakhir, Babinsa Koramil Persiapan Hitadipa, Pratu Dwi Akbar Utomo gugur setelah mengalami luka tembak,”terangnya. (int).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *