BIN : Partisipasi Masyarakat Sumut pada Pilkada Serentak Menurun

editor -4 views

MEDAN.Kepala BIN Sumut Brigjen TNI Ruruh Setyawibawa mengatakan yang perlu diwanti-wanti KPU, Pemda dan seluruh stakeholder adalah partisipasi pemilih. Menurutnya, dengan kondisi pandemi seperti saat ini ada kemungkinan partisipasi masyarakat menurun.

“Mudah-mudahan saya salah, tetapi prediksi kami ada penurunan partisipasi pemilih bila penyebaran Covid-19 di Sumut masih masif. Ini yang perlu kita perhatikan bersama. Bila tingkat kepercayaan masyarakat meningkat kepada pemerintah dengan menurunnya kasus Covid-19 mungkin penurunan partisipasi pemilih tidak terjadi dan kita harap itu tidak terjadi,” tegas Ruruh saat rapat daring dengan Pemprov Sumut, KPU Sumut, Bawaslu, Forkopimda dan stakeholder terkait hari ini.

Pilkada serentak di Sumut akan rencananya dilaksanakan pada 9 Desember 2020 diikuti 23 daerah.
Sebanyak enam daerah dari 23 daerah tersebut tergolong zona hijau.

Daerah tersebut yakni Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, Pakpak Barat dan Silbolga.

Sedangkan daerah lain seperti Kota Binjai, Medan, Pematangsiantar, Tanjungbalai,
Gunungsitoli, Kabupaten Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Karo,Labuhan Batu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Samosir, Humbahas, Mandailing Natal, dan Tapanuli Selatan sudah terpapar covid19 hingga ada yang sudah menjadi zona merah.

Asisten Pemerintah Pemprov Sumut Arsyad Lubis mengatakan ada ketentuan yang harus dilaksanakan untuk penyelenggaraan pilkada saat pandemi covid 19

“Pilkada kali ini istimewa, sehingga ada ketentuan-ketentuan yang berbeda dari Pilkada sebelumnya. Dua hal yang ditekankan pada Pilkada kali ini yaitu demokratis dan mencegah penyebaran Covid-19,” katanya

Dalam penerapannya, menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sumut Alwi Mujahit, para petugas KPU dan Bawaslu di TPS harus dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Juga dilakukan rapid test kepada petugas KPU untuk memastikan mereka tidak terpapar Covid-19.

“Itu perlu dan sudah disampaikan KPU, Bawaslu dan petugas keamanan kalau mereka harus dilengkapi APD dan juga dilakukan rapid test. Selain itu, di TPS juga harus dilengkapi dengan tempat menyuci tangan, hand sanitizer, thermo gun, penerapan physical distancing dan semua harus pakai masker. Melalui diskusi kami dengan KPU, Pemda yang menyelenggarakan Pemilu menyediakan fasilitas tersebut,” kata Alwi.(HB)

Berikan Komentar