Bunga Acuan BI Turun ke Level 4,25%

editor -4 views
Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat

MEDAN – Bank Indonesia (BI) menurunkan lagi suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,25%. Selain itu BI juga menurunkan suku bunga lending facility dan deposit facility. Sebelumnya pada Mei dan April BI menahan suku bunga acuan.

Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat, mengatakan perekonomian Sumut pada triwulan II diperkirakan tumbuh melambat di kisaran 1,3-1,7 persen. Sementara triwulan I pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 4,8 – 5,2 persen. Namun kita harus optimis dalam situasi apapun juga.

“Kita yakin dengan dibukanya keran New Normal yang dimulai di beberapa provinsi Indonesia, pertumbuhan ekonomi di negara ini akan kembali menggeliat. Karena sejauh ini pergerakan ekonomi di Sumut dalam dua bulan terakhir seperti tersendat akibat tutupnya berbagai usaha seperti perhotelan, pusat perbelanjaan, pariwisata dan lainnya,” ujarnya kepada Mediatorpost, Jumat (19/6).

“Sampai 4 Juni 2020, dana yang masuk berjumlah Rp3,8 Triliun. Meski dalam kondisi Covid-19 namun dana yang masuk ke kota Medan lebih besar. Ternyata uang masuk justru dari luar Medan semasa pembatasan aktifitas masyarakat. Kita berharap dengan penurunan bunga acuan ke level 4,25%, bank juga akan mengikutinya dengan menurunkan bunga pinjaman, sehingga ekonomi riel akan segera bertumbuh”,pungkasnya.

Seperti diketahui, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan ini dilakukan demi mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Seperti diketahui saat ini pemerintah mulai menerapkan new normal jelang berakhirnya masa PSBB di sejumlah daerah.”Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi nasional pada era COVID-19,” kata Perry dalam konferensi pers virtual dengan media kemaren sore, Kamis (18/6/2020).

Lanjut Perry, ke depan BI tidak menutup kemungkinan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan. Ini karena tekanan inflasi domestik yang rendah, tekanan eksternal yang mereda, dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.”BI juga akan memperkuat bauran kebijakan dan bersinergi sangat erat dan mengambil langkah kebijakan lanjutan secara terkoordinasi dengan pemerintah dan KSSK untuk jaga stabilitas makro ekonomi dan dorong pemulihan ekonomi nasional,” kata Perry.

Sebelumnya Kepala ekonom PermataBank Josua Pardede, memproyeksi BI akan memangkas bunga acuan 2 bps ke level 4,25% dengan pertimbangan beberapa indikator makroekonomi. Misalnya, tekanan inflasi, khususnya inflasi dari sisi permintaan yang cenderung rendah.

Data-data lainnya yang turut mendukung lemahnya konsumsi rumah tangga adalah penurunan tajam dari indeks kepercayaan konsumen, penjualan eceran, nilai tukar petani, dan penjualan otomotif yang mengindikasikan konsumsi masyarakat berpotensi mengalami kontraksi.(RED/MBB)

Berikan Komentar