Curi Pick Up Bawa ke Aceh, Eka Syahputra Gol Diburu Komunitas

editor -32 views
Eka Syahputra
Eka Syahputra

Medan|MediatorPost: Pencurian mobil jenis Pic Up di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Kemenangan Tani, Medan Tuntungan, Jumat (2/10) kemarin, yang dilaporkan korban Ikhsan Sarqowi ke Polsek Delitua. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Soalnya korban, bersama komunitas Pick Up dan kepolisian berhasil memburu dan menangkap pelaku, Eka Syahputra (40) di wilayah hukum Polres Aceh Tamiang.

Adapun pelaku diketahui warga, Jalan Rahmat Pasar IX, Dusun VI A, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang yang akhirnya diboyong Polsek Delitua dari Polres Aceh Tamiang, karena  mencuri L-300 jenis pick up BK 9267 XT.

Menurut korban, Minggu (4/10), bahwa tersangka mencuri mobil tersebut ketika diparkirkan di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Kemenangan Tani, Medan Tuntungan. Pelaku beraksi disaat sedang makan siang.

Korban juga sempat kaget, karena mobilnya berjalan sendiri dengan kecepatan tinggi.

Setelah pelaku melarikan mobil itu, korban sempat melakukan pengejaran. Namun tidak berhasil. Selanjutnya korban membuat pengaduan ke Polsek Delitua.

Sesudah korban membuat pengaduan, dia juga berkomunikasi dengan rekan-rekannya yang tergabung dalam komunitas pick up dan malamnya ditemukan bahwa mobil itu melintas di Pangkalan Susu, Langkat dengan tujuan Aceh Tamiang.

Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap membenarkan bahwa pelaku telah ditangkap beserta barang bukti hasil kejahatannya. ”Iya, pelaku sudah ditangkap dan dia mengakui telah melarikan mobil pick up milik Ikhsan Sarqowi,” kata Zulkifli kepada wartawan.

Pengakuan petugas kepolisian, mereka melakukan penyelidikan setelah mendapatkan laporan korban dan informasi dari rekan korban, bahwa Mobil L-300 sudah diamankan di Polres Aceh Tamiang setelah menabrak tiang besi di pinggir jalan di daerah Aceh Tamiang.

”Mendapat info itu, anggota langsung meluncur ke lokasi yang dimaksud dan langsung melakukan penangkapan. Dari hasil introgasi, pelaku mengaku bahwa ianya disuruh mengantarkan mobil L-300 itu ke Kuala Simpang oleh seorang rekannya berinisial D. Pelaku dijanjikan akan mendapatkan upah sebesar Rp2 juta,” ungkapnya.

Pelaku sudah mendapatkan panjar sebesar Rp500 ribu dan sisanya akan dilunasi sebesar Rp1,5 juta setelah bertemu dengan pembeli yang menunggu di Kuala Simpang perbatasan Aceh.

”Pelaku mengaku sudah mengantarkan mobil jenis L-300 ke arah Aceh Tamiang sebanyak tiga kali dengan upah Rp2 juta. Dia kami persangkakan melanggar pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” tandasnya. (gul)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *