Darah Berceceran di Mabes GPII, Wahyudi: Tindakan Polisi itu Sudah Brutal

editor -67 views
Ketua GPII Sumut Wahyudi Hardiyanto mengenakan kaos hitam
Ketua GPII Sumut Wahyudi Hardiyanto mengenakan kaos hitam

Medan|MediatorPost: Tindakan aparatur kepolisian menangani peserta aksi demonstrasi menolak Omnibus Law, hingga berujung di Markas Besar Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Mabes GPII) berceceran darah, di Jalan Menteng Raya 58 Jakarta, Selasa (13/10). Menuai kecaman para pengurus dan kader Ormas Islam itu diberbagai daerah.

Tak ayal, tindakan aparatur kepolisian di Mabes GPII itu, kader dan pengurus Ormas Islam itu di tingkat daerah menilainya sebagai tindakan yang refresif dan brutal alias tak manusiawi, khususnya dalam menyikapi demonstran yang dalam menyampaikan aspirasinya itu dilindungi undang-undang.

Adalah Ketua GPII Sumatera Utara, Wahyudi Hardiyanto didampingi sekretarisnya Mualana Limbong SSos MPsi mengatakan, Mabes GPII berceceran darah akibat tindakan brutal dan tak manusiawi aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi menolak omnibus law.    

“Atas nama keluarga besar GPII Sumatera Utara, kami mengecam tindakan refresif dan cara- cara yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap kawan-kawan,”ungkap pria yang akrab disapa Wahyudi, Kamis (15/10/2020).

Darah berceceran di kantor Mabes GPII Jalan Menteng Raya No 58 Jakarta

Dia menjelaskan, upaya kelompok masyarakat sipil dalam melaksanakan giat demosntrasi dalam iklim demokrasi di Indonesia adalah sah dan dijamin oleh undang- undang.

Oleh karena itu, sebaiknya sebagai aparat negara, yang digaji oleh negara dari hasil keringat rakyat, polisi harus merakyat, jangan malah sebaliknya, rakyat dianggap sebagai musuh negara.

“Pak Polisi jangan menjadikan para aktifis sebagai musuh negara, main kasar dan main tangkap saja. Kami minta polisi segera melepas kawan-kawan para kader dari balik jeruji tahanan. Jangan peristiwa ini menjadi pemicu kemarahan kawan- kawan aktivis GPII,” sambung Mualana Limbong SSos MPsi menimpali. (dra)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *