Deklarasi Dukungan, 35 Ribu Kader IPK Kota Medan Pilih Bobby Nasution

oleh -11.132 views
Deklarasi IPK dukung Bobby Afif Nasution
Deklarasi IPK dukung Bobby Afif Nasution

Medan-MediatorPost: Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (DPD IPK)Kota Medan menggelar deklarasi dukung Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman (Bobby-Aulia), di Geung Putih, Jl. Sekip No. 36 Medan. Selasa (27/10/2020).

Hadir dalam kesempatan itu, Calon Walikota Medan Bobby Afif Nasution, Ketua DPP IPK Budi Panggabean, Ketua DPD IPK Sumut Bastian Panggabean SSi Apt, Ketua DPD IPK Kota Medan, Rahmansyah  Sibarani, Arfan Maksum dan beberapa kader IPK yang juga 7 anggota DPRD Kota Medan, di antaranya Antonis Tumanggor, Paul Simanjuntak, dan Afif Afdillah.

Mengawali sambutan deklarasi itu, Ketua Rahmansyah Sibarani mengatakan, IPK merupakan organisasi yang sangat diperhitungkan. Dan IPK bukan kader preman. “Itu dibuktikan bahwa 7 anggota dewan yang merupakan kader IPK, duduk dikursi legislatif Kota Medan,” ungkapnya.   

Saat ini, IPK bersama-sama seluruh kadernya memikirkan Pembangunan Kota Medan, sehingga pada PIlkada Kota Medan 2020 diputuskanlah, untuk mendukung, memilih dan memenangkan paslon no urut 2, Bobby-Aulia.  

Seluruh kader IPK memandang, Bobby adalah putra terbaik, punya jaringan yang kuat sehingga Pembangunan Kota Medan diperhatikan di pusat sana. “Kita saat ini butuh sosok yang mempunyai jaringan kuat, sehingga bisa berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pembangunan,” tegasnya.

Untuk itulah, seluruh kader DPC IPK Kota medan mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting, yang keanggotaannya mencapai 35 ribu orang, akan bergera memilih dan memenangkan paslon nomor urut 2.

Tak usah muluk-muluk, jelas Rahmansyah Sibarani yang juga Wakil Pimpinan DPRD Sumut itu, seluruh kader IPK cukup membawa anak dan istrinya ke TPS, maka 70 ribu orang akan memilih Bobby Afif Nasution.

Dia juga menyatakan, bentuk dukungan itu tak akan membebani Bobby, karena IPK lebih memikirkan pembangunan. “IPK bukan kader cengeng, bukan peminta-minta, karena itu seluruh kemampuannya  akan dikerahkan mendukung Bobby,”tandasnya.

Apapun ceritanya, dukungan dan deklarasi ini, adalah dikarenakan berkah dan perintah Ketua DPP IPK Budi Panggabean . “ Karena itu, buktikan IPK solid, karena itu seluruh kader dan keluarga besar harus turun mencoblos pada desember 2020,” tegasnya kepada para kader yang hadir.

Adapun pun deklarasi itu digelar, dengan membacakan pernyataan dukungan, di antara butirnya dukungan itu adalah “Seluruh kader IPK Kota medan dengan ini menyatakan mencoblos dan memilih serta memenangkan nomor urut 2, Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman”.    

Usai pembacaan deklarasi, Boby Afif Nasution dianugerahkan sebagai anggota kehormatan dan dipakaikan Baju IPK oleh Ketua DPD IPK Sumut Bastian Panggabean didampingi DPD IPK Kota Medan dan 7 anggota DPRD Kota Medan.  

Setelah penganugerahan dan pemberian surat dukungan, Bobby dalam sambutannya mengatakan,  semangat pemuda ini harus dikawal,  harus diusung. “Inilah tugas kita ke depan, karena itu perlunya memilih Walikota Medan,” ungkapnya.  

Ketua DPD IPK Sumut Bastian Panggabean menyambut Calon Walikota Medan Bobby Afif Nasution di Sekretariat IPK Sumut

Kalau memilih Wali Kota Medan, lanjutnya, maka pilihlah siapa yang bisa hidupkan giat olah raga. “Sekarang peran pemuda ada di depan mata.  Peran pemuda bisa digunakan,” ungkap Bobby meyakinkan kalau dirinya sebagai anak muda maka akan lebih memperhatikan aspirasi anak muda.      

Namun Bobby juga menjelaskan, untuk mencapai tujuan itu, maka dibangunlah medan yang mempunyai kekuatan, adalah kekuatan kolaborasi,  semangat kolaborasi bersama sama. “Saya ke depan akan membangun Kota Medan ini, dengan meminta agar pemuda lebih aktif,” ulasnya.

Di sela-sela deklarasi itu, Ketua DPD IPK Sumut Bastian Panggabean SSi Apt mengatakan, 3 periode Walikota Medan yang kesandung korupsi, yang berimbas stagnannya pembangunan, hingga banjir, jalan rusak dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya pemuda tidak tersentuh, jadi kegelisahan. 

Dalam konteks pembangunan itulah, Ikatan Pemuda Karya Sumatera Utara sebagai organisasi wadah berhimpunnya pemuda, berupaya maksimal menyumbangkan pemikiran dan tenaga untuk turut sertanya membangun Kota Medan.

Salahsatu langkah awalnya adalah dengan mengambil sikap dukungan penuh dan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) yang masih muda. Artinya memiliki tenaga dan pikiran penuh untuk membangun Kota Medan, dengan memerintahkan DPC IPK Kota Medan untuk bergerak dan mendukung Bobby-Aulia.     

 “Sosok paslon muda, Bobby-Aulia adalah solusi mengatasi pembangunan,” ungkap Ketua IPK Sumut Bastian Panggabean SSi Apt, saat deklarasi dukungan, di Geung Putih, Jl. Sekip No. 36 Medan.  

Untuk Bobby, lanjut Bastian, di usianya yang terbilang muda, namun kemapamanannya dalam membangun bisnis sudah patut diacungi jempol, dan berharap keberhasilannya itu ditularkan pada warga Medan, khususnya pemuda sebagai penerus bangsa.

Negeri ini harus mewariskan pemuda-pemuda yang kuat dan tangguh, terlebih dalam hal ekonomi, sehingga para pemuda yang nantinya bakal mengisi tampuk kepemimpinan di negeri ini tak rapuh dan muda goyah karena lemahnya ekonomi.  

Berdasarkan pertimbangan itulah, terang Bastian, kalau pasangan nomor urut 2 memiliki criteria itu. “Tentulah dengan harapan, duduknya Bobby sebagai walikota, anggaran bisa lebih difokuskan untuk pembangunan ekonomi dengan program-program peningkatan SDM,” ulasnya.

Sehingga untuk mengejawantahkan maksud pembangunan itu, kemudian diperintahkan DPC IPK Kota Medan untuk mengawal pembangunan Kota Medan, dengan memilih dan mendukung pasangan Bobby-Aulia.      

Pertimbangannya lagi, Bobby  yang merupakan keluarga istana akan mempermudahkan komunikasi kepada Pemerintah Pusat, dalam menjemput program-program pembangunan yang dialokasikan APBN.

Begitu juga, terhadap institusi-institusi vertikal lainnya yang ada di Medan-Sumatera Utara, komunikasi akan lebih kuat terjalin, sepertihalnya terhadap Balai Wilayah Sungai (BWS) guna mengatasi banjir, juga institusi penegak hukum untuk Kamtibmas di Kota Medan.

Seperti melengkapi, terangnya, Aulia Rachman yang punya pengalaman di legislatif Kota Medan akan lebih bisa menjalin komunikasi untuk satu pemahaman dalam menggolkan anggaran.

Terlebih lagi, Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman adalah pasangan yang memang lahir dan besar di Medan, sehingga keduanya tau persis tentang karakteristik masyarakat Kota Medan mulai dari kaum muda hingga kaum tua.

Artinya, untuk mengatasi solusi pembangunan yang 3 periode belakangan ini terbilang staganan, dibuktikan dengan banjir dan jalan rusak yang tak teratasi, maka Cuma menantu presiden itulah solusinya.

“Saya perintahkan seluruh kader agar mendukung dan memilih Bobby-Aulia dalam pilkada Kota Medan 2020,” tutupnya. (Hasan).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *