Disebut Kapolrestabes Kamiso Diperintah Jeput Korban, Ini Jawaban Nina Wati

oleh -21 views
Kapolrestabes Medan Riko Sunarko menunjukan photo DPO
Kapolrestabes Medan Riko Sunarko menunjukan photo DPO

Medan|MediatorPost: Disebut Kapolrestabes Medan bahwa Nina Wati perintahkan tersangka Kamiso dkk, pelaku penembak anggota polisi Aiptu Robin Silaban di Jalan Gagak Hitam, Ringroad (27/10/2020), dibantah oleh wanita yang akrab disapa Buda tersebut.

“Saya tidak pernah meminta menemui Kadeo. Tidak ada utang piutang, mereka itu semua anggota saya, saya yang menggaji mereka, mau Kadeo, Irvan bahkan Robin itu abang saya. Saya dekat dengan dia,” tuturnya, saat dihadirkankan pada konfrensi pers, Selasa (3/11/2020)

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan bahwa identitas tiga orang sebagai DPO sudah diketahui. “Kita imbau untuk segera menyerahkan diri yaitu saudara Ameng 45 tahun warga Percutseituan, lalu saudara Endang 35 tahun warga Deliserdang, kemudian saudara Hatta 30 tahun, dia ini adalah putra dari saudari Nina,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (3/11/2020).

Riko memaparkan, dua orang lainnya tengah diselidiki identitasnya. “Kemudian dua orang lagi yang msih kita selidiki yang pada saat itu ada juga di dalam mobil tersebut,” ungkapnya.

Disebutkannya, bahwa peran dari ketiga pelaku adalah mengejar korban Aiptu Robin Silaban. “Kemudian peran saudara Ameng dan Endang dan Hatta ini ikut mengejar anggota kita. Jadi, bersama saudara Kamiso mengejar anggota kita dikepung,” tuturnya.

Motif pengeroyokan yang dilakukan Kamiso (45) dan lima orang pelaku terhadap polisi ini atas perintah dari tersangka Nina Wati. Riko menyebutkan bahwa keenam orang tersebut sedianya hendak meneror Kadeo dan Irvan

“Jadi dia (Kamiso) disuruh Nina Wati, untuk meneror dan mengambil saudara Kadeo dan Irvan untuk ketemu saudari Nina,” tuturnya. Ia merinci, motif para pelaku menjemput kedua orang tersebut karena terkait uang dan usaha bersama.

Dia menambahkan, Riko menyebutkan bahwa Nina Wati juga menjadi tersangka kasus penipuan. “Saudara Nina ini tersangka kasus penipuan dan sampai hari ini tidak kooperatif makanya kita tahan,” ungkapnya. (dra/rep-int).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *