Disorot tak Transparan, Keuchik Alue Seupeung: Saya Siap Bertanggungjawab

editor -19 views
Kantor Desa

Nagan Raya|MediatorPost: Bila beberapa hari belakangan mencuat, Kepala Desa (Keuchik) Desa Alue Seupeung Kecamatan Tadu Raya, tak transparan dalam pelaksanaan Anggaran Dana Desa (ADD) hingga bergulir dugaan penyalahgunaan ke kepolisian.

Kini makin menguak lebar, salahsatu ketidak transaparan itu, adalah soal berbagai kegiatan yang menggunakan dana ADD, tak dituliskan dalam papan informasi di Kantor Pemerintah Desa tersebut.

Informasi dihimpun MediatorPost, hingga Jumat, (25/9), salahsorang warga yang namanya minta dirahasiakan menyoroti ketidak transaparan,

“Papan informasi di kantor desa tidak pernah mengumumkan tentang kegiatan yang menggunakan dana ADD, itukan namanya tak transparan,”cetus warga.

Sehingga masyarakat buta alias tidak tau sama sekali, soal besaran dana pada setiap kegiatan pembangunan di desa. “Kalau masyarakat tau kan persoalan ini, tak mungkin melebar hingga mengarah kepada ketidaktrasnparan dan dugaan penyalah gunaan dana desa,”celutuknya.  

Tak itu saja, warga itupun menungkapkan kecurigaan salahsatu kegiatan pembangunan di desa tersebut yang bermuara tak sesuai spesifikasi.

“Ada pembangunan rumah layak huni, namun pekerjaan belum selesai, tapi box jembatan penghubung sudah rubuh,” ulasnya.

Rubuhnya jembatan penghubung, terang warga tersebut, tentunya diduga kalau jembatan itu dibuat asal-asalan dan tidak sesuai spek. Sehingga kualitasnya jadi rendah dan mudah rusak.  

Terpisah, Keuchik Alue Sepeung, T Darmiyus saat dikonfirmasi terkait pernyataan warga, berkilah. “Di masa pandemi ini, perubahan anggaran belum final, jadi kita tidak umumkan di papan pengumuman kantor desa tentang item-item kegiatan,” bilangnya berkilah.

Bahkan Darmiyus mengaku kalau penggunaan ADD dirinya siap mempertanggunjawabkan. “Selaku PJ Keuchik saya siap mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran yang telah digunakan,” ungkapnya.  

Dia juga menjelaskan kalau dirinya menjabat PJ Keuchik sejak Juli 2019 menggantikan Keuchik sebelumnya yang melarikan diri karena tersangkut persoalan hukum.

“Maka selama selama saya menjabat itu, saya siap mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran,” ujarnya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya warga bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonseia (LSM-GMBI) Distrik Nagan Raya melaporkan dugaan penyalahgunaan ADD mulai dari tahun 2016 hingga 2018. (DA).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *