Edarkan Sabu 52 Kg, Zulkifli Tertunduk Lesu Dituntut Hukuman Mati

editor -26 views
Terdakwa Zulikili mendengarkan tuntutan JPU saat sidang agenda pembacaan tuntutan di PN Medan
Terdakwa Zulikili mendengarkan tuntutan JPU saat sidang agenda pembacaan tuntutan di PN Medan

Medan |MediatorPost: Warga Jalan Pratiwi, Kecamatan Medan Tembung, adalah Zulkifli(44)  terdakwa kasus narkoba jenis sabu seberat 52 Kg, tampak tertunduk lesu mendengar tuntutan hukuman mati Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU Nurhayati Ulfia dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Saidin Bagariang, dalam membacakan tuntutannya, menjerat Zulkirli dengan 114 ayat (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, di Ruang Cakra 4 PN Medan, Kamis (29/09)

“Menuntut terdakwa Zulkifli dengan pidana mati,” katanya tegas saat membacakan tuntutan. Selanjutnya menurut JPU yang memberatkan karna terdakwa Zulkifli termasuk sindikat pengedar narkoba jenis sabu jaringan Internasional. “Sedangkan yang meringankan tidak ada,” ucap JPU

Mengetahui JPU menuntutnya dengan hukuman mati, terlihat dilayar monitor  Zulkifli hanya bisa tertunduk lesu. Namun, hakim memberi kesempatan kepadanya untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Saidin Bagariang langsung menanyakan kepada terdakwa apa permintaan terakhirnya. “Apakah saudara ingin mengajukan pledoi (pembelaan),” kata hakim ketua Saidin Bagariang kepada Zulkifli.

Kemudian Zulkifli menyatakan akan mengajukan pembelaan tertulis di persidangan pekan depan. “Baik yang mulia saya akan mengajukan pembelaan,” ucap Zulkifli singkat

Sebulumnya, dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulvia, menerangkan bahwa pada hari Selasa tangg al 10 Desember 2019, terdakwa sedang mengendarai becak motor (Bentor) untuk menyerahkan dua bungkus narkotika jenis sabu ke seseorang bernama Alwi (DPO).

“Pada saat terdakwa mengendarai bentor ada Petugas BNN memberhentikan bentor yang dikendarai terdakwa dan Tim BNN melakukan pemeriksaan dan ditemukan di jok sabu seberat 2 Kg dan terdakwa bersama barang bukti langsung diamankan oleh petugas BNN.

Selanjutnya terdakwa mengaku kalau ada narkoba lainnya yang disimpan dalam rumahnya,” terang jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Saidin Bagaria, di Ruang Cakra VIII, Senin (13/7) sore

Lebih lanjut, setelah itu tim BNN langsung masuk ke dalam rumah dan terdakwa menunjukkan tempat penyimpanan pertama yaitu di bawah tempat tidur berada di bagian tengah rumah ditemukan 20 (dua puluh) bungkus Teh China Guanyinwang berisi sabu.

Berikutnya terdakwa dan Tim BNN menuju bagian belakang rumah tepatnya di dalam lemari pakaian ditemukan 28 bungkus sabu dengan teh kemasan yang sama total jumlah narkotika jenis sabu yang disita di rumah Terdakwa sebanyak 48 bungkus Teh China merek Guanyinwang total berat Brutto 49.960 gram

Selain narkotika jenis sabu dari hasil penggeledahan di dalam lemari tersebut, ditemukan sejumlah uang tunai dalam bentuk 3 (tiga) tumpukan yang masing-masing diikat karet gelang dengan jumlah total Rp60 juta.

Jaksa juga menjelaskan, bahwa Arifin (DPO) menelpon terdakwa untuk menawarkan pekerjaan kepada terdakwa untuk menerima dan menyimpan barang kiriman miliknya untuk sementara dan Arifin (DPO) belum menyebutkan barang kiriman yang dimaksud adalah narkotika.

“Terdakwa menerima tawaran Arifin (DPO) disebabkan sangat butuh uang karena terlilit utang, yang saat itu terdakwa bercerita masalah ekonomi kepada Arifin,” pungkas Jaksa. (in)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *