Eks Gedung RRI Dibikin Prostitusi, Dewan Miris, Gagas Jadi Lokasi Usaha

oleh -219 views
Eks Gedung RRI di Jalan Bulan Kelurahan Pandau Hilir Kecamatan Medan Perjuangan
Eks Gedung RRI di Jalan Bulan Kelurahan Pandau Hilir Kecamatan Medan Perjuangan

Medan-MediatorPost: Eks Gedung RRI di Jalan Martinus Lubis atau Jalan Bulan, Kelurahan Pandau Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan saat ini sangat memprihatinkan, peninggalan Belanda itu menjadi perwajahan buruk di Kota Medan.

Kemudian, gedung-gedung yang dahulunya tempat penyiaran radio, dan merupakan eks Kantor Pos serta Gedung Juang. Kini kumuh, tak mendapatkan perhatian, dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Kota Medan, juga pemerintah pusat.

Mirisnya lagi, gedung yang berornamen klasik, sekarang dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertaggungjawab, dengan sesukanya memanfaatkan gedung yang memiliki segudang sejarah tersebut, sebagai lokasi prostitusi.

Tak ayal, kondisi itupun membuat Anggota DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumangor SSos miris, hingga akhirnya menuangkan gagasan agar lokasi tersebut dijadikan tempat usaha, khususnya untuk mengakomidir Pedagang Kaki Lima (PK5)

“Kurang lebih eks Gedung RRI itu, 20 tahun disia-siakan oleh pemerintah Kota Medan, sehingga keberadaan gedung tersebut mirip gedung tua yang angker, jorok bau dan ditumbuhi semak belukar,” kata Anggota DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumangor SSos, di Sopo Restorasi Jalan Mesjid Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Rabu (21/10).

Bahkan Komisi IV DPRD Kota Medan itu mengaku telah turun ke lokasi, melihat kondisi eks Gedung RRI. “Miris, ternyata pemerintah tak peduli terhadap kelestarian asset, kondisinya memprihatinkanm”pungkasnya.

Padahal, lanjut Tumanggor, jika dikelola dengan baik eks Gedung RRI dapat menjadi potensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari sektor pariwisata, perdagangan dan lain-lainnya.

“Kalau dilihat dari kanan dan kiri bibir jalan di sekitar lokasi itu, banyak pedagang yang juga penduduk Kota Medan mengkais rezeki dengan berjualan tanpa tempat yang layak. Hingga menambah perwajahan di lokasi tersebut menjadi kumuh,” ulasnya.   

Bahkan, lanjutnya, para pedagang telah berjualan hingga belasan dan puluhan tahun di daerah tersebut di sekitar lokasi itu. “Artinya ada potensi besar untuk mengelola gedung itu, dengan menata para pedagang dan memanfaatkan eks gedung RRI jadi tempat berdagang,”imbuhnya.    

Selain kondisi Jalan Martinus Lubis atau Jalan Bulan akan tertata rapi dan memfasilitasi para pedagang di tempat yang layak berjualan tidak sembraut seperti saat ini, tentu juga akan mendongkrak PAD.

Untuk itu, terang Politisi dari Partai NasDem Kota Medan ini, Pemko Medan bekerjasama dengan pihak gedung RRI dan Pemprovsu, agar gedung bersejarah yang terbengkalai tidak terurus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, terlebih musim pandemi Covid-19 ini.

“Berikan tempat bagi para Pedagang Kaki Lima (PK5) yang selama ini sudah berdagang di sekitaran gedung tersebut, agar teratur dan tidak membuat kemacetan serta badan jalan tak kotor dan bau, seperti sekarang,” tuturnya.

Terpisah, Ketua PAC Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Medan Perjuangan melalui sekretaris PAC, Rudi Hutauruk, didampingi Wakil Ketua Amin Sitorus dan Rajos Simamora (Bendahara) mengatakan, eks Gedung RRI tidak terurus dan memprihatinkan.

Tak cuma itu, lokasi gedung yang dikenal sebagai kantor RRI dan Gedung Juang serta Kantor Pos tersebut sering dijadikan tempat maksiat, seperti prostitusi dan narkoba oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Bukan itu saja, bilangnya, kantor eks Gedung RRI juga ada yang dijadikan rumah kos-kosan (kumpul kebo) oleh orang yang tidak bertanggungjawab. “Padalah jika dikelola dan ditata dengan baik, lahan di lokasi gedung dapat dijadikan tempat para pedagang kaki lima,” bilangnya.

Padahal, sambung Rudi Hutauruk, pihaknya sudah pernah meminta izin untuk mengelola eks gedung RRI, baik kepada Lurah Pandau Hilir, PD Pasar Kota Medan dan pihak pemilik gedung RRI, agar seluruh pedagang di Jalan Bulan dapat ditampung di lokasi eks Gedung RRI tersebut. 

Saat permohonan izin itu, pihak PD Pasar, pihak RRI dan lurah tidak keberatan, malah senang bisa menampung aspirasi para pedagang dan membuat para PK5 menjadi lebih teratur dan tertata dengan baik.

Namun lanjut Rudi, upaya mereka untuk dapat menjadikan lokasi eks gedung RRI menjadi penampungan berjualan para pedagang kaki lima tidak jelas keputusannya dari pusat (RRI) Jakarta hingga saat ini.

Sayang,  kalau gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah sia-sia. “Sejak kecil saya tahu gedung itu sangat terkenal, dan informasi yang kami dapat dari pihak BPN ketika mengurus untuk mengelola gedung, titik nol Kota Medan ada di sana. Artinya perlu pengelolaan yang baik, bila perlu di lokasi tersebut menjadi salahsatu icon Kota Medan,” ungkapnya.

Kemudian, Rudi Hutauruk berharap, agar anggota DPRD Kota Medan dan DPRD Sumut dapat memberikan masukan dan memfasilitasi pemerintah, sehingga seluruh bangunan yang memiliki nilai sejarah tetap dijaga kelestariannya dan tidak punah.

“Jika pun tidak kami yang kelola, berikanlah kepada orang yang mampu sehingga peninggalan bernilai warisan budaya itu dapat terus berdiri dan menjadi pemasukan ekonomi dalam membantu perekonomian rakyat,” pungkasnya, sembari mengaku kalau mereka siap mengelolanya untuk dijadikan tempat berdagang. (Mustarum)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *