Eks Kabag Umum Kabupaten Toba Ditangkap Kejatisu, DPO 3 Tahun

editor -31 views
Erwin P Mantan Pejabat Kepala Bagian Umum Kabupaten Toba
Erwin P Mantan Pejabat Kepala Bagian Umum Kabupaten Toba

Medan|MediatorPost: Eks (mantan) pejabat Kepala Bagian (Kabag) Umum Kabupaten Toba Erwin P yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tiga tahun silam, akhirnya pelariannya harus kandas.   

Soalnya, Tim Tabur Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dipimpin Asisten Intelijen Dwi Setyo Budi Utomo berhasil mengamankan alias menangkap mantan pentolan Pemkab Toba itu.

Informasi kasus beraroma tindak pidana khusus alias korupsi itu diperoleh, kru Media hingga Selasa (13/10), dari keterangan Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Adiya Warman, kepada wartawan.

Dikatakan Plt Kejatisu itu, DPO Erwin P telah ditetapkan oleh Kejari Tobasa menjadi DPO sejak sekira 3 tahun yang lalu, “Kini telah kita amankan,” ungkapnya didampingi Asintel Kejatisu, Dwi Setyo Budi Utomo dan Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian

Terpidana diamankan, terkait kasus tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan dan pensertifikatan tanah dalam program penataan, penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah pada Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, kini menjadi Pemkab Toba.

Ditegaskannya, Erwin P ditangkap di salahsatu pertokoan bengkel Doli Jalan Rawe Utama Martubung, Medan Labuhan, dimana terpidana mencoba kabur dan melarikan diri pada saat akan ditangkap oleh Tim Tabur Intel Kejati di ruko belantai 3.

Akan tetapi dengan kesigapan tim yang telah mengetahui gerak-gerik rencana terpidana hendak melarikan diri, akhirnya terpidana berhasil ditangkap dan langsung dibawa ke Kantor Kejatisu untuk diserahkan ke Kejari Toba.

Penangkapan Erwin P berdasarkan putusan berkekuatan hukum tetap (inkrach) oleh Makamah Agung, terpidana dijatuhkan hukuman 1 tahun penjara.

Untuk diketahui, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum, JPU menuntut 1 mantan Kabag Umum Pemkab Tobasa itu dengan tuntutan 1 tahun penjara, kemudian banding menjadi hukuman 3 penjara, selanjutnya terpidana melakukan kasasi dan dijatuhi hukuman 1 kurungan.

Penanganan hukum mulai dari Pengadilan Negeri sampai kasasi terpidana sudah mengembalikan kerugian uang negara Rp740 juta dan denda Rp50 juta, namun selanjutnya terpidana menjalani hukumannya yang telah divonis Hakim Makamah Agung 1 tahun penjara. (dra)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *