Gubernur Sumut Pertama Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

oleh -6 views
Garuda Pancasila
Garuda Pancasila

Medan|MediatorPost: Gubernur pertama Sumatera Utara (Sumut), SM Amin Nasution, dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penganugerahan gelar pahlawan kepada itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Lebih jauh dikatakan, Edy Rahmayadi, SM Amin Nasution ini merupakan orang ke-12 asal Sumut yang menjadi pahlawan nasional. Artinya, sebelum penganugerahan SM Amin Nasution sudah ada 11 orang yang menjadi pahlawan nasional asal Sumut.   

“Sebelumnya Sumatera Utara ada 11 pahlawan nasional, yang pada pagi ini, (red, Selasa 10 November 2020) dianugerahkan oleh Presiden, sehingga bertambah menjadi 12 pahlawan nasional untuk khususnya dari asal dari Sumatera Utar,” kata Edy saat syukuran pemberian gelar pahlawan kepada SM Amin di rumah dinas Gubsu, Selasa (10/11/2020).

Edy merinci, orang asal Sumut yang pertama mendapatkan gelar pahlawan adalah Jenderal Besar AH Nasution. Kemudian, disusul Muhammad Hasan dan Sisingamangaraja XII, serta Kiras Bangun yang keempat.

Sedangkan yang kelima FL Tobing, yang keenam Tengku Amir Hamzah, ke tujuh Adam Malik, ke delapan DI Panjaitan, sembilan Zainul Arifin, sepuluh TB Simatupang, sebelas Jamin Ginting, sekarang yang ke dua belas SM Amin Nasution.

Edy mengatakan, hingga kini masih ada 10 nama yang sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional. Dia berharap dengan penambahan pahlawan nasional dari Sumut ini dapat menjadi rakyat Sumut menjadi bangga.

“Masih ada 8 sampai 10 yang sedang dikaji, diuji, untuk dijadikan pahlawan nasional asal dari Sumatera Utara. Kita harapkan ini bisa menjadikan kebanggaan masyarakat Indonesia, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang sangat menghormati pahlawannya,” jelas Edy.

Untuk diketahui, Amin Nasution lahir Aceh Besar Provinsi Aceh pada 22 Februari 1904 dan meninggal di Jakarta, 16 April 1993, dalam usia 89 tahun. Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, SM Amin Nasution pernah menjabat Gubernur Sumatera Utara, Aceh dan Riau, pada awal kemerdekaan yaitu pada tahun 1947 hingga 1949.

Hingga akhirnya ia ditunjuk kembali menjadi Gubernur Sumatera Utara yang pertama setelah wilayah Sumatera Utara pecah menjadi tiga provinsi. SM Amin merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam sejarah pergerakan pemuda.

Dia aktif dalam organisasi Jong Sumatranen Bond (JSB) yang merupakan perkumpulan yang bertujuan untuk mempererat hubungan di antara murid-murid yang berasal dari Sumatera. Amin merupakan figur penting dalam menyatukan gerakan kepemudaan daerah ke dalam Komisi Besar Indonesia.

Amin juga menjadi salah satu tokoh yang mengonsepkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Selain aktif di organisasi kepemudaan, SM Amin juga aktif menulis dengan menggunakan nama pena Kreung Raba Nasution. Ia banyak menulis buku tentang hukum, politik dan pemerintahan.

Dia juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan berupa Satya Lantjana Peringatan Perdjoaengan Kemerdekaan RI 1961, penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia pada 1991 dan di tahun yang sama mendapatkan Bintang Jasa Utama dari Presiden Soeharto. SM Amin Nasution juga memperoleh Bintang Mahaputra dari Presiden BJ Habibie pada 1998 dan Bintang Mahaputra Adipradana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009. (rel)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *