Hajab…! Cabuli Anak, Edi Divonis 7 Tahun dan Denda Rp1 Miliar

editor -3 views
Illustrasi
Illustrasi

Medan|MediatorPost: Hajab kali Edi Syahputra ini, gara-gara tak dapat menahan nafsu syetan, hingga melancarkan aksi cabulnya yang terbilang sial itu karena aksinya keburu ketahuan korban sebut saja Bunga (14). Kini harus merasakan dinginnya hotel ‘prodeo’ selama 7 tahun.

Soalnya, Majelis Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Edi Syahputra dengan pidana penjara selama 7 tahun. Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 82 UU Perlindungan Anak.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Edi Syahputra dengan pidana penjara selama 7 tahun,” kata majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara SH MH di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/9) sore

Selain hukuman pidana penjara, terdakwa juga dibebankan dengan membayar denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan pidana penjara selama 4 bulan penjara.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya dari LBH Shankara Mulia Keadilan, Juita Melati Batubara SH maupun JPU Dewi Tarihoran menyatakan terima.

Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan penjara.

Di luar persidangan, JPU Dewi Tarihoran mengatakan kasus bermula pada Minggu 02 Februari 2020 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, terdakwa ini teman bapak korban yang menumpang tidur di rumah korban.

“Ketika terdakwa mau ke kamar mandi, terdakwa melihat korban sedang tertidur di dalam kamar. Melihat hal itu terdakwa langsung masuk ke kamar korban dan menciumi korban,” kata JPU Dewi Tarihoran.

Selanjutnya, sambung JPU, korban pun terbangun dan menjerit hingga orang tua korban terbangun dan mengetahui perbuatan terdakwa.

“Tak terima atas perbuatan terdakwa kepada anaknya (korban-red), bapak korban langsung melaporkan terdakwa ke pihak kepolisian,” pungkas JPU Dewi Tarihoran. (in)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *