Hati-hati…! Ekstrak Daun Kratom Dikategorikan Narkotika Golongan I

oleh -38 views
Daun Kratom dikeringkan di Aceh Barat. ist
Daun Kratom dikeringkan di Aceh Barat. ist

Medan|MediatorPost: Daun Kratom dikenal sebagai bahan dasar obat herbal untuk meredakan lelah dan meningkatkan stamina. Selain memulihkan energi, masyarakat Thailand dan Malaysia mengenal daun kratom sebagai obat diare.

Daun kratom adalah pohon tropis yang masuk dalam family kopi, yang mana, Kratom dengan sebutan ilmiahnya, aalah Mitragyna speciosa umumnya juga tumbuh liar dan ada di hutan Indonesia, di antaranya Kalimantan dan Sumatera, khususnya Aceh dikenal dengan sebutan pureng.

Daun yang dipercaya obat herbal tersebut juga tumbuh di beberapa negara adalah Thailand, Myanmar, Malaysia, philipina dan negara-negara Asia Selatan lainnya.

Daun atau ekstrak daun kratom umumnya digunakan sebagai stimulan dan obat penenang. Daun ini juga disebut bisa mengobati sakit kronis, masalah pencernaan, dan sebagai bantuan untuk menghilangkan ketergantungan opium.

Badan Narkotika Nasional atau BNN, yang dikutip dari Sehatq, mengelompokkan daun kratom sebagai golongan I narkotika. Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM juga melarang penggunaan dun kratom sebagai bahan baku suplemen dan obat herbal.

Olahan daun kratom dapat menimbulkan efek euforia atau bekerja layaknya obat bius yang membuat emosi dan sensasi yang dirasakan otak menjadi berantakan. Bahan aktif yang terkandung dalam daun kratom adalah alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine.

Kandungan ini bisa memberikan efek analgesik atau meredakan nyeri, meredakan peradangan di tubuh, atau membuat otot menjadi lebih rileks. Bahkan, jumlah alkaloid pada daun kratom dianggap sama dengan yang terdapat pada narkoba jenis opium dan magic mushroom.

Tubuh akan merasakan efek samping daun kratom dalam waktu 10 menit setelah dikonsumsi. Efek itu bisa bertahan sekitar 1,5 jam. Apabila dikonsumsi dalam jumlah besar, efeknya bisa mencapai 5 jam.

Dalam waktu itu pula, daun kratom dapat membuat koordinasi motorik tubuh terganggu, seperti yang terjadi pada orang mabuk. (rep)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *