Inilah Bahaya Gelombang Kedua Corona Bagi Ekonomi RI

editor -4 views

JAKARTA – Kegiatan ekonomi kembali dibuka setelah pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ada yang khawatir hal ini bisa mengundang terjadinya gelombang kedua (second wave) COVID-19 walaupun kegiatan ekonomi baru dibuka secara terbatas. Apa saja bahaya gelombang kedua COVID-19 terhadap ekonomi RI?

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, jika terjadi gelombang kedua COVID-19 maka konsumsi rumah tangga akan semakin melemah. Kenaikan signifikan pada kasus positif bisa menurunkan kepercayaan konsumen khususnya kelompok menengah dan atas untuk kembali berbelanja.

“Misalnya mau belanja di mal, tapi ada gelombang kedua, ya jadi urun niat belanja daripada terkena virus. Apalagi di tengah pandemi iuran BPJS kesehatan naik, pastinya konsumen yang rasional akan mempertimbangkan biaya kesehatan yang mahal,” kata Bhima, Rabu (24/6/2020).

Imbasnya, jika ritel melambat, pastinya akan menyeret permintaan ke industri manufaktur baik otomotif, elektronik, pakaian jadi hingga alas kaki. Hampir semua sektor manufaktur akan terpukul, bisa lebih dalam dibandingkan pada awal masuknya virus bulan Maret lalu ke Indonesia.

“Industri dalam posisi sulit, kembali beraktivitas tapi permintaan domestik menurun, dikhawatirkan beban operasional untuk gaji pegawai, perawatan mesin meningkat. Factory shutdown sangat mungkin terjadi dengan skala yang lebih besar,” paparnya.

Sementara situasi ekspor juga sulit diprediksi, negara tujuan ekspor utama seperti China yang berkontribusi 15% terhadap total ekspor non migas menerapkan lockdown lebih luas apabila ada gelombang kedua.”Ekspor akan anjlok karena permintaan dan supply bahan baku terganggu. Rantai pasok global akan menyebabkan delay pengiriman barang,” katanya.(DTF/MBB)

Berikan Komentar