Kepala Epidemiolog: Puncak Covid-19 Tak Akan Pernah Terjadi di Indonesia

editor -23 views

JAKARTA| Di Indonesia puncak kasus Covid-19 tidak akan pernah terjadi, lantaran pemerintah tidak pernah mengambil kebijakan PSBB secara berat. Hal itu dikatakan Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono, seperti dikutip dari Okezone.

Seperti halnya, kata Tri Yunis, PSBB pertama dan kedua yang berlangsung di DKI Jakarta pada April 2020 lalu cenderung mengarah ke PSBB sedang dan ringan. Padahal, harusnya diterapkan PSBB secara ketat, yakni dengan kebijakan lockdown.

“Puncak kasus Covid-19 tidak akan pernah terjadi kalau kita enggak melakukan PSBB berat. Sedangkan PSBB pertama dan kedua itu aja sedang ke arah ringan begitu,” kata Miko, Minggu (30/8/2020).

Miko melanjutkan, tidak adanya puncak kasus Covid-19 mengakibatkan turunnya kasus akan lebih lama nantinya. Ia pun mencontohkan China yang melakukan lockdown, dan kasus Covid-19 berhasil turun dalam waktu 3 bulan.

“Orang yang lockdown aja di China itu 3 bulan. Itu artinya PSBB berat. Kalau PSBB sedang sampai ringan ya bisa sampai 5 bulan. Bisa enam bulan. Kita baru satu bulan PSBB saja sudah kapok,” tuturnya. Sekadar diketahui, pemerintah mencatat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 3.308 kasus pada Sabtu 29 Agustus 2020. Di hari yang sama, Pemprov DKI melakukan sebanyak 6.705 tes PCR dengan kasus baru sebanyak 888 orang positif Covid-19 dan 5.817 negatif. (Ref).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *