Ketauan Stok Darah Kosong, Ketua PMI Labusel “Cibiri” Pemkab

editor -21 views
Kru Media saat konfirmasi ke PMI Labusel
Kru Media saat konfirmasi ke PMI Labusel

Labusel|MediatorPost: Pasien RSUD Kota Pinang, adalah Aisyah, warga Blok Songo Desa Sisumut terpaksa dibawa keluarganya untuk proses persalinan, namun mirisnya harus menghadapi kondisi lebih gawat lagi.

Soalnya, Aisyah yang tergelatak lemas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena membutuhkan 2 kantong darah, malah pihak RSUD Kota Pinang tak memiliki stok atau ketersediaaan darah.

Parahnya lagi, belakangan ketauan kalau Palang Merah Indonesia (PMI) Labuhanbatu Selatan (Labusel), selaku institusi yang dilegalkan regulasi untuk mengambil dan menyetok darahpun, stok darah tidak tersedia.

Tak pelak kondisi itupun berbuntut cibiran, Ketua PMI Darah Fery Andhika Dalimunthe SKom mengaku kalau kekosongan stok darah itu karena, Pemkab Labusel tak memberikan bantuan, untuk kerja kemanusiaan di PMI.

Cukilan hal ikhwal di atas setidaknya menguap dari informasi yang dihimpun, MediatorPost, tahap demi tahap, hingga, Jumat (26/9/2020).

Berawal dari keterangan salahsatu keluarga Aisyah, pasien RSUD Kota Pinang, adalah N Batubara yang mengatakan, bahwa proses persalinan di rumahsakit plat merah dilakukan karena klinik tak sanggup lagi menanganinya.    

“Kilinik tak sanggup lagi menangani proses persalinan Aisyah, jadi karena kondisinya terbilang gawat, kami pun melarikannya ke RSUD Kota Pinang,” terang N Batubara.

Sesampainya di RSUD Kota Pinang, kondisi Aisyah yang terbilang gawat itu makin terang dan jelas, di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), salahsatu dokter menyampaikan butuh 2 kantong darah golongan A Plus.

Menerima keterangan dokter itu, sambung N Batubara, pihaknyapun bergegas mendatangi PMII Labusel untuk mendapatkan darah yang dibutuhkan. “ Tapi kami sangat kecewa dan kesal, karena darah yang dibutuhkan tak ada di sana,” terangnya.

Pasien Peroleh Darah dari PMI Rantau Prapat

Terkait hal itu, ketika dikonfirmasi kru media, salahsatu pengurus PMI Labusel adalah MI melalui seluer mengaku, bahwa sekira pukul 23.15 wib, ada keluarga pasien membuthkan darah golongan A Plus.

“Malam itu memang kita tak punya stok darah golongan A, dan kantong darah kita pun saat sekarang ini kosong, padahal kami telah memesan seminggu yang lalu,” jelasnya melalui sambungan seluler.

Meskipun begitu, jelasnya, PMI Labusel membantu memesankan darah ke PMI Rantauprapat. “Dan keluarga Aisyah juga bersedia mengambil atau menjemput darah golongan A Plus itu ke PMI Rantauprapat,” tegasnya.

Terpisah, Ketua PMI Labuhanbatu Selatan Fery Andhika Dalimunthe SKom MM saat dikomfirmasi menjelaskan bahwasanya stok kantong darah di PMI kosong paska donor di Torgamba, Pinang Dame dan Pinang Awan.

PMI Minta Bantuan tak Digubris

Dia juga menambahkan, PMI berdiri atas dasar kemanusian, namun tahun ini dana untuk PMI dari APBD Labusel tidak ada karena pilkada. “Dan perlu diketahui  untuk tenaga perawat di PMI tidak ada dibantu dari honor daerah,” ungkapnya.

Maka diambil inisiatif, dari tiap ganti rugi 1 kantong darah, disisihkan sepuluh ribu untuk gaji perawat di PMI. “Bayangkan kalau sebulan ini hanya enam kantong darah yang diambil pasien, tentulah tak sanggup menggaji perawat PMI,” tandasnya.

Persoalan itu, jelasnya, sudah disampaikan ke pemkab, agar perawat PMI dijadikan honor daerah atau tenaga kontrak biar gantirugi per kantong darah bisa ditekan lebih murah lagi.

“Namun sampai sekarang  tidak ada digubris Pemerintah Kabupaten Labusel atau dengan kata lain permohonan kami itu tidak diindahkan dan digubri,” ketusnya mencibir. (Nhb).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *