Kontroversi Bikin Teknologi Garis Gawang dan VAR Kena Bully

editor -6 views

MediatorPost | JAKARTA – Lanjutnya Liga Inggris Premier League langsung memunculkan kontroversi di laga pertama usai jeda. Teknologi Garis Gawang dan VAR pun habis kena bully.

Hak itu berkaitan erat dengan insiden dalam laga Aston Villa vs Sheffield United, Kamis (18/6/2020) dini hari WIB. Laga berakhir tanpa gol, walaupun sebenarnya ada satu “gol hantu”.

Tepat sebelum turun minum, tendangan bebas Oliver Norwood dari Sheffield meluncur deras sampai akhirnya berakhir dalam dekapan Orjan Nyland. Tapi kiper Villa itu terdorong ke belakang, masuk cukup jauh ke dalam gawang.

Gol? Tidak.

Dilansir Express, wasit Michael Oliver menunjuk jam di tangannya. Ia bersikeras tak ada sinyal getaran dari arloji itu sehingga tidak ada pula gol.

Dalam insiden ini, teknologi garis gawang tampaknya mengalami masalah. Hal itu pun diakui oleh Hawk-Eye, yang sampai meminta maaf dan mengakui bahwa bola sebenarnya sudah melewati garis gawang.

Mereka menambahkan, tujuh kamera yang berada di area gawang tertutupi oleh pemain bertahan, kiper, dan tiang gawang sehingga tidak akurat dalam menangkap pergerakan bola. Hal itu pun belum pernah terjadi dalam 9 ribu pertandingan lain di masa lalu.

Jika pun memang ada masalah pada teknologi garis gawang, banyak yang lantas bertanya-tanya kenapa VAR juga tak mengintervensi. Manajer Sheffield Chris Wilder pun menegaskan bahwa situasi itu mestinya bisa dituntaskan dengan VAR.

“Saya percaya keputusan harusnya dibuat dari Stockley Park (pusat VAR). Sulit menerima saat ada yang memberi tahu bahwa hal semacam ini baru terjadi setelah lebih dari 9 ribu pertandingan, dengan adanya tujuh kamera,” katanya dilansir SportsMole.

“Ada Chris Kavanagh (ofisial keempat), salah satu wasit terbaik Premier League dan Michael Oliver yang mungkin salah satu wasit terbaik di Eropa, dan ketika ditanya mengenai situasi ini mereka akan garuk-garuk kepala. Kami percaya harusnya ada VAR.”

Express juga menyebut bahwa Jamie Redknapp, komentator Sky Sports yang juga mantan pesepakbola, mengklaim bahwa arloji wasit Oliver sebenarnya berbunyi (pertanda gol). Hanya saja itu baru terjadi di ruang ganti.

Kontroversi ini ikut menuai banyak respons di media sosial Twitter. Tak sedikit yang mem-bully teknologi garis gawang dan VAR.

“Kipernya bahkan bersandar di tiang gawang,” sebut seorang netizen.

“Tunggu… aku pikir untuk kejadian macam inilah VAR dipakai?!? Jelas-jelas lewat garis gawang,” tulis gelandang West Ham Declan Rice, salah satu pesepakbola yang ikut berkomentar. (dtc)

Berikan Komentar