Kubur 141 Kg Ganja, Pasutri dan 3 Pelaku Ditangkap BNN

oleh -43 views

Medan|MediatorPost: Deputi Pemberantasan Narkotika BNN RI, Irjen Pol Arman Depari menuturkan telah mengamankan lima orang tersangka dalam jaringan narkotika, jenis ganja, adalah berinsial MA, SA, S dan pasangan suami istri Z dan SW.

“Pada tahap penyelidikan di lapangan, Kita duga ada ganja yang cukup banyak dibawa dari Aceh dan kemudian disimpan di tempat ini dengan menyembunyikan di bawah tanah atau dikubur,” ungkapnya, Jumat (13/11/2020).

Pengungkapan ganja 141 kg di Asam Kumbang Medan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan pengembangan dari penangkapan ganja seberat 5 kilogram.

“Beberapa waktu lalu kita telah melakukan penangkapan dan penyitaan narkoba jenis ganja seberat 5 kilogram dan juga telah mengamankan 5 orang tersangka,” tuturnya.

 Tim awalnya melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka MA pada saat mengendarai sepeda motor di Tanjung Selamat, karena dicurigai membawa ganja, setelah digeledah ditemukan ganja 5 kg.

Usai membekuk tersangka MA, pihaknya lalu melakukan pengembangan kasus tersebut ke Tuntungan.

“Dan di tempat kejadian perkara kedua dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan hingga ditemukan 136 kg ganja kering yang dikubur di dalam tanah. Selanjutnya tim melakukan penangkapan terhadap 4 tersangka yang lainnya. Saat ini tim masih melakukan pengembangan,” tandasnya.

“Akhirnya kita menemukan tempat ini dengan susah payah karena sudah ditanam sebanyak 141 kilogram ganja,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan bahwa pengungkapan kasus ini dimulai sejak tanggal 8 November hingga 11 November 2020. “Dari kerja keras semua pihak dan sekarang inilah barang buktinya yang mereka akan jual dan edarkan di seluruh Medan, Sumut dan sekitarnya,” jelas Arman, di lokasi pembongkaran ganja

Kepala Lingkungan (Kepling) V Asam Asam Kumbang, Medan Selayang, Nazli (51) menerangkan bahwa ada 2 dari 5 orang pelaku yaitu Zulfikar alias Zul dan Salamudin alias Udin yang merupakan warganya.

“Warga saya satu si Udin, satu lagi si Zul, tapi dia udah pindah, entah udah ke mana-mana, katanya di Medan Tuntungan. Kalau istri Zul saya tidak tahu,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa dirinya terkejut dengan ditangkapnya dua warganya tersebut. Kesehariannya keduanya merupakan warga yang kerap bermain bola.”Pelaku Udin kami enggak nyangka, Udin pekerjaannya ikut bengkel. Kalau si Zul ya narkoba itu tadi. Kesehariannya mereka pemain bola, enggak nyangka betul,” bilangnya.

Nazli menyebutkan bahwa dirinya juga tak menyangka bahwa di lokasi gudang kapur tersebut sebagai lokasi penyimpanan ratusan kilo ganja. “Gudang ini sudah lama, sudah ada puluhan tahun. Saya enggak nyangka ada kejadian narkotika sebanyak ini di sini,” tuturnya

Ia menyebutkan bahwa gudang kapur tersebut dulunya milik warganya, namun sudah dijual kepada pengusaha keturunan Tiongkok. “Pemilik gudang itu jarang ke mari. Ada warga setempat yang dipercayakan untuk mengolah,” sebut Nazli.

Dari amatan di lokasi, puluhan warga mulai dari anak-anak hingga orang tua hadir menyaksikan pengungkapan ratusan kilogram sabu yang ditanam itu. Terlihat warga antusias menunggu pengungkapan kasus narkotika di perkampungannya tersebut.

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *