Kunjungan GMBI, Muhammad Afif : 6 Bulan Tebaring Sudarko Butuh Uluran Tangan

editor -20 views
Kepala GMBI Nagan Raya Muhammad Afif memberikan bantuan ke penderita Syaraf Terjepit
Kepala GMBI Nagan Raya Muhammad Afif memberikan bantuan ke penderita Syaraf Terjepit

Nagan Raya|MediatorPost: Kondisi penderita saraf terjepit, Sudarko (44), tukang bangunan, warga Dusun Sidomuliyo Desa Purwodadi Kecamatan Kuala Pesisir, yang kini makin memprihatinkan. Tampak menjadi perhatian khusus LSM Distrik GMBI Nagan Raya.

Tak ayal, Kepala Distrik GMBI Nagan Raya, Jumat (2/10), melakukan kunjungan ke rumah penderita, selain berikan bantuan juga menyampaikan agar para dermawan mau ulurkan tangan membantu mengobati penyakit yang sudah diderita Sudarko selama 6 bulan itu.

Kepada, kru MediatorPost, Sabtu (3/10),  Kepala Distrik GMBI Nagan Raya Syamsul Arif mengatakan, kalau Sudarko yang merupakan warga Desa Purwodadi itu telah 6 bulan terbaring di rumah akibat penyakit syaraf terjepit yand dideritanya.

Pentolan lembaga sosial masyarakat itu menjelaskan, sebagai masyarakat haruslah memiliki tanggung jawab sosial dan moral terhadap orang lain apalagi Sudarko yang kini membutuhkan uluran tangan.

“Kami kemari ini merupakan panggilan hati, sebagai makhluk sosial maka pasilah kita saling membutuhkan. Hampir tak ada 1 orang pun manusia di bumi ini yang hidup tanpa bantuan orang lain,” bilangnya.

Untuk itu marilah semua orang, ajak Muhammad Arif,  khususnya para dermawan mencurahkan sedikit perhatiannya kepada Sudarko. “Penderita  saraf terjepit ini sangat membutuhkan uluran tangan. Ayolah para dermawan kita bantu pak Sudarko,” ajak Syamsul Arif.

Sebelumnya, Sudarko yang dikunjungi ketika itu, terlihat kondisinya sangat memprihatinkan, diumurnya yang 44 tahun yang syogiannya tampak sehat. Namun akibat sakit yang dideritanya, fisiknya terlihat lemas dan sangat kurus dengan wajah yang terbilang pucat.

“Sudah 6 bulan ini saya terbaring di kamar, sakit semua rasanya badan ini. Entak kapan ini bisa sembuh dan harus sampaikan keadaan ini,” bilang Sudarko dengan nada parau dan mimic sedih, saat menyambut kunjungan Ketua Distrik GBMI Nagan Raya.

Sudarko juga mengatakan, kalau dirinya sudah berobat kemana-mana, namun tak juga kunjung sembuh. “Pingin rasanya kondisiku seperti sediakala atau seperti 6 bulan yang lalu, agar aku bisa bekerja dan membahagiakan anak-anak, tidak seperti sekarang ini,” harapnya sambil sesekali tanganya terlihat menyeka air mata.

Mulanya sakit yang kuderita ini, bilang Sudarko, ketika sedang bekerja dirinya terjatuh dari atas atap rumah. “Sejak kejadian itu saya pun berobat ke tukang kusuk dan obat-obatan tradisional lainnya, saya kan pekerja lepas tak ada asuransi jadi memilih berobat tradisional,” ungkapnya.

Sebelum kecelakaan itu, terangnya, tidak ada sakit apapun yang diderita dan bekerja sebagaimana biasanya.

“Dan yang menjadi pikiran beratku saat ini, sudah 6 bulan ini aku tak dapat manfkahi keuarga. Apabila melihat mereka aku merasa hidup seperti orang yang tak berguna. Aku pingin cepat sembuh,” ungkapnya sedih diiringi airmata yang mengucur deras.     

Namun Sudarko, meski kondisinya lemah dan diliputi sedih, dia juga tak lupa mengucapkan terimakasih terhadap rombongan GMBI Nagan Raya yang bersedia mengunjunginya.

“Terimakasih pak Muhammad Afif atas kepeduliannya mengunjungiku. Tak bisa rasanya kubalas budi baik ini. Semoga Allah-lah yang maha pengasih yang membalasnya,” ungkap Sudarko saat menerima uluran tangan dari Muhammad Afif. (Dia)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *