LLDikti Sumut Minta PTS Ringankan Biaya Mahasiswa Terimbas Covid-19

editor -1 views
Prof Dr Dian Armanto

MEDAN – Menyikapi masalah orangtua mahasiswa yang terimbas Covid-19, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 1 Sumut Prof Dian Armanto,menyarankan kepada pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk peduli mahasiswa yang terimbas virus corona, dengan memberikan berbagai keringanan.

Dian menyarankan agar diberikan keringanan cicilan uang kuliah, pemberian uang kuota internet, pengurangan uang kuliah untuk mahasiswa dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa terdampak covid.“Kita sudah sampaikan saran dan imbauan ini kepada pimpinan PTS dengan tujuan untuk membantu keringanan biaya pendidikan mahasiswanya. Jangan sampai ada yang putus kuliah,” kata Dian Armanto, Kamis (25/6/2020).

Dian juga menyebutkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah keluarkan regulasi baru terkait keringanan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta ( PTS) melalui Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020. Mendikbud Nadiem Makarim kata Dian juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 triliun dana bantuan UKT yang diutamakan untuk mahasiswa PTS.

Wakil Ketua I STMIK/STIE IBBI Medan, Dr.Lusiah SE MM, mengatakan pihaknya sudah mengambil kebiajakan sebelum imbauan pemerintah. “Kita menyadari mahasiswa kita juga ikut terimbas, mungkin terimbas karena ekonomi orangtua, atau terimbas karena mahasiswa kita yang kerja itu dirumahkan. Pada masa Pandemi Covid-19, mahasiswa kita diberikan keringanan uang kuliah. Jadi pada pembayaran cicilan kedua langsung dipotong Rp500.000. Semoga kebiajakan kita ini bisa membantu meringankan mereka yang terdampak”,ujarnya, Kamis (25/6).

Sementara itu, Ketua STIE Eka Prasetya, Dr.Sri Rezeki SE Msi mengatakan, pihaknya memberikan kemudahan kepada mahasiswa, tapi sifatnya selektif. “Kita cari tahu kondisi mahasiswa, kita minta informasi apa kendala yang dihadapi akibat Covid-19. Pokoknya kita berupaya supaya mahasiswa itu tetap bisa kuliah, kita akan support, jangan sampai ada yang terkendala. Dukungan kita bisa berbentuk penundaan uang kuliah hingga pembebasan uang kuliah, tergantung dampak yang dialami oleh mahasiswa yang bersangkutan. Bagi mahasiswa yang tidak terdampak, proses pembiayaan berlaku seperti biasa”,ujarnya.

Sri Rezeki menambahkan, karena mahasiswa STIE Eka Prasetya 95 persen bekerja, sampai sejauh ini dampak Pandemi Covid-19 tidak begitu berpengaruh. “Namun demikian, kita selalu mencari tahu tentang keadaan seluruh mahasiswa, sebagai bentuk kepedulian kampus STIE Eka Prasetya terhadap mahasiswa kita”,pungkasnya.(RED/MBB)

Berikan Komentar