Maknai Maulid, H Djarot : Nabi Diutus untuk Kemerdekaan Kaum Marhaen

oleh -21 views
Plt Ketua PDI Perjuangan Sumatera Utara, H Djarot Syaiful Hidayat
Plt Ketua PDI Perjuangan Sumatera Utara, H Djarot Syaiful Hidayat

Medan-MediatorPost: Peringatan maulid nabi atau hari lahir Nabi Muhammad SAW, ternyata bukan hanya sebatas seremonial bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumatera Utara (PDI Perjuangan Sumut). Namun ada makna yang tesirat dipetik oleh partai besutan Megawati Soekarno Putri itu.      

Bukan main-main, makna dari kelahiran Sang Nabi yang merupakan tonggak dan simbol datangnya kebenaran dan keadilan, serta sebagai simbol kemerdekaan kaum mustadafin di muka bumi ini, betul-betul dihayati Plt. Ketua PDI Perjuangan Sumut H Djarot Syaiful Hidayat.

Dunia di masa sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW bin Abdullah dan ibundanya Aminah itu,  dipenuhi oleh penindasan dan perbudakan. Bahkan manusia layaknya binatang yang bisa diperjual belikan.

“Di masa tersebut bisa kita bayangkan tidak ada proteksi apapun bagi mustadafin selama menjalani hidup di dunia,” ungkap H Djarot Saiful Hidayat dalam keterangan persnya dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Kamis (29/10/2020).

Rasulullah itu berasal dari kalangan terhormat, lanjut Djarot, akan tetapi beliau memposisikan diri sebagai pembela kaum Marhaen. Itulah sebabnya sepanjang perjuangannya beliau selalu mendorong kaum marhaen atau kaum mustadafin mengambil kembali kemerdekaannya.

Mempelajari kisah perjuangan Nabi, maka kita akan melihat begitu banyak kaum Marhaen yang berdiri di samping dan di belakang Nabi untuk berjuang bersama demi kemerdekaan yang hakiki, kemerdekaan akan nilai-nilai humanisme, dan tentu melawan barisan bangsawan yang sepanjang sejarah mengangkangi nilai-nilai kemanusiaan dan humanisme.

“Hal yang harus kita jadikan referensi dari perjuangan Nabi adalah pondasi perjuangan yang berasal dari mental dan keyakinan akan nilai kebenaran serta perhargaan atau rasa empati akan nilai humanisme, sehingga Nabi Muhammad mampu mengkonsolidasikan kekuatan Mustadafin untuk membentuk sebuah barisan perlawanan terhadap sistem yang menindas,” ungkapnya.

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *