Mustapha Adib Jadi PM, Presiden Perancis Desak Lebanon Segera Reformasi

editor -21 views
Perdana Menteri Mustapha Adib
Perdana Menteri Mustapha Adib

PRANCIS| Terpilihnya Mustapha Adib sebagai Perdana Menteri (PM) baru, desakan pun datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk segera melakukan reformasi. Adapun hal itu akan dibahas dalam kunjungannya ke Beirut, ibu kota Lebanon.

Seperti dikutip dari kantor berita Reuters, Macron yang tiba di Beirut pada hari Senin kemarin waktu setempat, 31 Agustus 2020, langsung disambut oleh Presiden Lebanon, Michel Aoun, yang masih bertahan walaupun Perdana Menteri sebelumnya, Hassan Diab, sudah mundur.

“Saya ingin memastikan bahwa pemerintahan yang ada akan melakukan reformasi yang Lebanon butuhkan,” ujar Macron ketika tiba di Beirut.

Ada bebeapa hal desakan untuk reformasi Lebanon, di antara alasan utamanya adalah krisis ekonomi yang sudah diderita selama bertahun-tahun. Selain itu, konflik sektarian yang terus meningkat dan ledakan di Beirut yang terjadi pada 4 Agustus lalu.

Ledakan yang menewaskan ratusan orang itulah yang menjadi puncak kesabaran warga terhadap situasi Lebanon. Berbagai unjuk rasa terjadi tak lama setelah ledakan di Beirut, menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas situasi yang pelik.

Menyikapi situasi tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron konsisten mendesak reformasi segera dilangsungkan. Jika tidak, maka dirinya mengancam tidak akan memberikan bantuan ekonomi terhadap Lebanon. Adapun Macron dikabarkan berperan besar hingga ke pemilihan Mustapha Adib sebagai PM Lebanon yang baru.

Hal tersebut juga diakui oleh seorang pejabat Lebanon yang enggan disebutkan. Ia bahkan menyebut Macron memediasi faksi-faksi yang ada di Lebanon, mulai dari Hizbullah hingga Nasrani, untuk memastikan PM bisa terpilih dengan cepat. Sebab, pencarian PM Lebanon sempat buntu sepekan.

Sementara dalam menjawab desakan dari Macron, PM Lebanon Mustapha Adib berjanji langkah-langkah strategis segera dibuat. Pria yang sempat menjadi Dubes di Jerman, akan segera membentuk satgas untuk menyusun rencana reformasi serta memulai negosiasi dengan IMF terkait krisis.

“Saya tidak mau berjanji muluk-muluk, ini adalah saatnya untuk bekerja dengan bantuan berbagai pihak,” ujar Mustapha Adib. (rep/tempo).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *