Nagih Utang Dipolisikan Istri Kombes, Febi Terharu Pingsan Divonis Bebas

editor -40 views
Febi Nur Amelia pingsan usai mendengar vonis bebas Ketua Majelis Hakim PN Medan
Febi Nur Amelia pingsan usai mendengar vonis bebas Ketua Majelis Hakim PN Medan

Medan|MediatorPost: Masih ingat..? persoalan Febi Nur Amelia yang akhirnya  dipolisikan dan kemudian berstatus terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, garanya berupaya menagih hutang pada Fitriani Manurung, istri Kombes Polisi lewat akun Instagram.

Kini hasilnya menggembirakan, terdakwa yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 2 tahun kurungan, akhirnya divonis bebas oleh Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuni, di ruang Cakra 5 PN Medan, Selasa (6/10/2020).

Terdakwa dinilai tidak bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap saksi korban Fitriani Manurung. “Mengadili, dengan ini terdakwa Febi Nur Amelia tidak terbukti bersalah menurut hukum,” tegas ketua majelis hakim.

Upaya tersebut dilakukan Febi untuk menagih utang Rp70 juta. Kemudian, majelis hakim mempertimbangkan bahwa Fitriani Manurung telah terbukti meminjam uang Rp70 juta kepada Febi Nur Amelia pada tahun 2016 melalui transfer rekening M-Banking Mandiri dari terdakwa.

Ketika majelis hakim membacakan putusan, raut wajah Febi Nur Amelia terlihat khawatir, sontak begitu palu usai diketok, Febi Nur Amelia yang tampak akan bangkit dari kursi pesakitan PN Medan, tiba-tiba jatuh dan langsung pingsan.

Melihat kondisi itu, petugas dan pengunjung sempat membaringkan Febi di kursi panjang tempat biasa dia duduk saat menjalani sidang. Dengan kondisi lemas, terlihat air matanya terus mengalir.

Sekedar diketahui, Febi Nur Amelia sebelumnya dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan hukuman 2 tahun penjara, dikarenakan telah mengupload tulisan menagih utang kepada Fitriani Manurung di Instagram.

Dalam tuntutan Jaksa, pada sidang Selasa (14/7/2020) lalu menganggap terdakwa bersalah telah melanggar pasal pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UURI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.

Adapun pertimbangan yang memberatkan, terdakwa tanpa hak mendistribusikan dan mencermarkan nama baik seseorang. “Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan,” ujarnya.

Kronologinya, saat itu, korban Fitriani Manurung, mendapat laporan dari adiknya, Haryati, bahwa terdakwa Febi Nur Amelia melalui Instagramnya, feby25052, membuat postingan yang berisi kalimat menagih utang.

“SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR . AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR”.

Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang,” tulis Febi di akun instagramnya.

Postingan itu kemudian dianggap Fitriani Manurung mencemarkan nama baiknya. Dia lantas melaporkan peristiwa ini ke kantor polisi.

Sedangkan permasalahan utang piutang bermula pada 12 Desember 2016. Menurut pengakuan terdakwa, korban meminjam uang Rp 70 juta, untuk promosi pekerjaan suaminya.

Selanjutnya, pada 2017, Febi Nur Amelia menagih utang Fitriani Manurung, tapi korban tak membayarnya dengan alasan belum memiliki uang. Namun tak lama berselang Fitriani memblokir akun WhatsApp dan nomor handphone Febi Nur Amelia.

Setelah dua tahun berlalu, Febi Nur Amelia kembali mencoba menagih utang kepada Fitriani Manurung. Kali ini, dilakukan lewat Direct Massage (DM) instagram.

Namun lagi-lagi Fitriani kembali memblokir akun Instagram Febi Nur Amelia. Terdakwa Febi Nur Amelia merasa kecewa dan membuat postingan tersebut agar saksi Fitriani Manurung melihat dan sadar untuk membayar utang kepada terdakwa. (rep/dra).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *