Pemerintah Siapkan Rp735 Triliun Borong Produk UMKM

editor -17 views

JAKARTA – Dalam upa mendorong pertumbuhan UMKM, pemerintah akan menyerap produk UMKM, sehingga kelompok usaha ini bergeliat dan bertumbuh, apalagi pada situasi covid-19, dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut telah menyiapkan anggaran senilai Rp735 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk Kementerian/Lembaga (K/L) belanjakan produk UMKM lokal.Lebih rinci dijelaskan, untuk tahun ini anggaran yang akan dipakai adalah senilai Rp318 triliun. Dengan begini diharapkan pendapatan UMKM akan kembali menggeliat setelah terdampak pandemi Corona (COVID-19).

“Di dalam negeri yang kami efektifkan selain konsumsi masyarakat atau belanja masyarakat, juga belanja kementerian dan lembaga. Tahun ini ada sekitar Rp318 triliun dari Rp753 triliun belanja pemerintah untuk produk UMKM,” kata Teten dalam acara MarkPlus Government Roundtable melalui virtual, Senin (29/6/2020).

Pihaknya bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) sedang menyiapkan laman atau e-catalog khusus produk UMKM memasarkan produknya kepada pemerintah lewat kementerian, lembaga dan BUMN.”Kami dengan LKPP sedang menyiapkan laman khusus atau e-catalog produk UMKM supaya UMKM lebih mudah,” ucapnya.

Teten juga menyebut sedang melakukan pelatihan kepada kementerian dan lembaga untuk menyusun paket kebijakannya.”Sekarang sedang pelatihan bagi kementerian dan lembaga bagaimana implementasi kebijakannya,” imbuhnya.

Selain mendorong penjualan dalam negeri, pemerintah juga akan membawa UMKM menuju penjualan global untuk bantu meningkatkan ekspor Indonesia. Saat ini, Teten bilang, ekspor Indonesia melalui produk UMKM baru 14%.”Presiden minta ekspor kita dua kali lipat dari sekarang. Saat ini ekspor UMKM baru 14%. Problemnya kalau kita lihat banyak negara, UMKM itu kadang nggak sendiri, mereka jadi bagian dari usaha besar. Di kita masih rendah UMKM yang sudah terhubung dengan UMKM besar kalau nggak salah datanya kurang dari 5%,” tandasnya.(DTF/MBB)

Berikan Komentar