Pemusnahan Barbut, Kapolres Labuhanbatu: Tak Ada Tempat untuk Narkoba

editor -89 views
Kapolres Labuhanbatu Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Deni Kurniawan SIK MH memberikan sambutan saat pemusnahan sabu
Kapolres Labuhanbatu Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Deni Kurniawan SIK MH memberikan sambutan saat pemusnahan sabu

Kota Pinang|MediatorPost: Polres Labuhanbatu bersama Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan (Labusel), Pemerintah Kabupaten Labusel, tokoh agama, tokoh masyarakat lakukan pemusnahan narkoba, di Mapolsek Kota Pinang, Selasa (29/9/2020).

Selain Kapolres Labuhanbatu Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Deni Kurniawan SIK MH dan Kapolsek Kota Pinang Kompol Semeon Sembiring. Turut hadir, Fany bagian Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut dan Kapolsek dijajaran Mapolres tersebut.

“Tak ada tempat untuk narkoba di wilayah hukum saya,” tegas Kapolres berpangkat melati 2 dipundaknya itu, saat menyampaikan sambutannya pada pemusnahan barbut yang diharamkan agama dan hukum itu.  

Untuk itu, ajak Kapolres, marilah masyarakat bekerjasama memerangi narkoba. “Berikan informasi titik-titik peredaran narkoba, biar kami sikat,” tandas Kapolres yang baru menjabat sekira 2 bulan itu.

Dia juga  merinci, bahwa barbut yang dimusnahkan merupakan bentuk komitmen Polres Labuhanbatu bersama masyarakat dalam rangka memerangi peredaran narkoba.

“Pemusnahan Barbut narkotika itu, adalah bentuk komitmen kami dalam rangka memerangi peredaran narkoba yang sudah sangat  meresahkan warga,” tandas Kapolres.

Kapolres berpangkat melati 2 itu juga menegaskan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan dalam satu bulan terakhir di berbagai wilayah hukum Polres Labuhanbatu

Menutup pemaparannya dia menjelaskan, 37 orang pengedar dikenakan pasal 114 subsider 112 UU Narkotika nomor 35 tahun 29 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara untuk 23 orang pemakai dikenakan pasal 112 subsider 127 UU RI No 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Adapun sebelumnya, proses pemusnahan barbut jenis sabu itu dilakukan dengan cara diblender, yang kemudian barang yang dominan mengandung unsur metafetamine itu dibuang ke toilet.

Pemusnahan barbut itu sendiri diawali dengan pengujian oleh Bagian Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut adalah Fani, untuk memastikan kandungan metafetamine pada sabu yang merupakan barang bukti kejahatan pidana narkotika itu.  

Keterangan diperoleh, bahwa sabu yang dimusnahkan seberat 363,48 gram, dengan jumlah tersangka 37 orang pengedar dan 23 orang pemakai. Adapun di antara tersangka pidana narkotika itu, diketahui berdasarkan LP/1245/VIII/RES tanggal 24 Agustus 2020.

Adalah Hambali alias Bal, pria, (18) bersama Kabul Borkat Hasibuan alias Kabul, pria, (28) dengan barang bukti sabu seberat 97,1 gram. Keduanya adalah warga Desa Tangjung Siram.

Kemudian laporan polisi nomor LP/1253/VIII/RES, tanggal 26 Agustus 2020 atas nama Japar Sidik alias Japar (26 ) wiraswasta, warga  Jalan Kandis Kampung Sawah ditangkap  4 September 2020 di Jalan Labuhan Kota Pinang dengan barang bukti sabu seberat 100 gram.

Selanjutnya, LP/1290/VIII/RES, tanggal 31 Agustus 2020 atas nama Aidil Adham BS Margolang (41) wiraswasta Kel Tanjung Balai dan Badia Raja Faisal Habib Nasution, (40), Wiraswasta warga jalan Singosari Perum Gren Tanjung Balai, barang bukti sabu seberat 195.12 gram.

Kemudian lagi, LP /1305/IX/RES, tanggal 4 September 2020 atas nama Jumaten alias Incek (45), Wiraswasta, warga Lingkungan V Sei Berombang ditangkap Tabu( 26/08/2020) dengan bukti sabu seberat 45.38 gram. (Nhb)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *