Pendapatan Jauh Berkurang, Ini Penjelasan Kepala BPKAD Medan

editor -4 views

MEDAN – Merebaknya virus corona membuat pendapatan Pemko Medan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Terutama pendapatan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan restoran, yang selama ini menjadi primadona.

“Selama ini PBB dan Pajak Restoran merupakan primadona pendapatan Kota Medan sekarang mengalami penurunan akibat yang ditimbulkan dari merebaknya wabah Virus Corona sehingga pendapatan Pemko Medan perbulan kurang dari 10% dari biasanya. Hal ini mengakibatkan terjadi defisit sebesar 24 Miliyar /bulan,” papar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan Tengku Sofyan.

Paparan itu disampaikan Sofyan pada Rapat Pengarahan Atas Pelayanan Masyarakat dan Laporan Kondisi Keuangan Pemko Medan, Kamis (19/6/2020).

Tidak hanya dari sektor pajak, namun juga sektor dari dana bagi hasil yang biasanya diterima dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengalami penurunan. Padahal dari dana bagi hasil tersebut biasanya dialokasikan untuk memenuhi belanja pegawai.
“Dana bagi hasil Pemprovsu kini juga tidak dapat menutupi kekurangan yang kita butuhkan. Tidak dapat juga dipungkiri Pemprovsu juga mengalami kesulitan dari hasil pendapatan mereka. Pajak kendaraan yang menjadi primadona pendapatan Pemprovsu juga mengalami penurunan. Untuk itu, kita harus lebih mengencangkan ikat pinggang tahan dan lakukan skala prioritas serta cermat dalam menggunakan anggaran,” papar Sofyan

Terkait penurunan pendapatan itu, Sekda Medan Wiriya Alrahman yang memimpin rapat mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Medan untuk memaklumi kondisi keuangan Pemko Medan di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Untuk itu, para Kepala OPD diingatkan jeli dan paham dalam melaksanakan program prioritas. (RED)

Berikan Komentar