Pengakuan Jujur Risma, Sang Walikota

editor -4 views

SURABAYA – Sangat jarang sekali, bahka mungkin tidak pernah ada di Indonesia ini, saat sekarang ini, seorang pejabat jujur dan mengakui ketidakpantasannya menjadi pemimpin

Jika pun ada, besar kemungkinan hamya satu orang yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismahar.

Wali Kota Surabaya ini sujud sambil menangis di hadapan Ikatan Dokter Indonesia. Peristiwa itu terjadi saat Risma melakukan audiensi dengan IDI Jatim dan IDI Surabaya di Balai Kota Surabaya.

“Saya memang goblok, saya tak layak jadi wali kota,” kata Risma di Balai Kota, Senin (29/6).

Bukan tanpa alasan, Risma menangis lantaran pihaknya tidak bisa berkomunikasi dengan RSU dr Soetomo.

Padahal, Risma telah menyetujui membangun komunikasi berkali-kali. Namun rupanya, belum membuahkan hasil.

Risma berharap agar warga Surabaya yang terpapar COVID-19 bisa mendapat perawatan di RSU dr Soetomo. “Kami tidak terima. Karena kami tak bisa masuk ke sana (RSU dr Soetomo),” tambah Risma.

Di antara audiensi tersebut, diumumkan Risma telah diterima penuhnya ruang isolasi.

Ketua Pinere RSU dr Soetomo, dr Sudarsono mengatakan jika rumah sakitnya kelebihan pasien COVID-19.

Hal ini dapat terjadi lantaran masih banyak warga yang belum disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan.

Menanggapi hal ini. Risma mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa masuk ke rumah sakit milik Pemprov Jatim seperti RSU dr Soetomo. Pemkot Surabaya tidak bisa masuk untuk berkomunikasi.

“Tolonglah kita jangan terus menerus dikalahkan. Apa aku rela warga aku mati. Kita masih ngurus orang yang selamat jam 03.00 pagi, bukan warga Surabaya,” kata Risma sambil menangis. “Kami masih urus.”

Risma sudah menyediakan ruang isolasi yang masih kosong di RS Husada Utama untuk pasien RSU dr Soetomo.

Di rumah sakit ini, tersedia sekitar 100 tempat tidur. Bahkan, bantuan dari Pemkot Surabaya termasuk APD juga sempat ditolak RSU dr Soetomo.

Sebelumnya, Dokter Sudarsono Menyebut ADA 3 Alasan mengapa Tingkat Kematian di Jatim Sangat Tinggi. Salah satu yang disetujui karena banyaknya pasien yang tidak dapat mengakses kamar rawat di RSUD. RED-WK

Berikan Komentar