Presiden Marahi Menteri, PAN: Itu Wajar

editor -4 views

JAKARTA – Tidak maksimal dalam bekerja menangani pandemi covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal dan marah kepada jajaran menterinya. Namun PAN menyebut, tindakan presiden itu untuk memperingatkan menterinya agar bekerja lebih keras lagi.

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menilai sikap Presiden Jokowi yang kesal terhadap jajaran menterinya sangat wajar. Pasalnya, jajarannya tidak maksimal dalam bekerja menangani wabah virus corona.

“Apa yang disampaikan presiden itu menurut saya adalah benar. Sangat wajar dan tepat jika presiden marah, tugas beliau adalah mengevaluasi kinerja para pembantunya. Jika ada yang tidak memuaskan, presiden lah yang berhak memberikan teguran dan peringatan,” katanya seperti dikutip dari detikcom, Minggu (28/6/2020).

Saleh mengatakan apa yang disampaikan dalam pidatonya itu merupakan kekecewaan Jokowi akan capaian para menteri yang belum memuaskan. Menurutnya, apa yang dinilai Jokowi dalam menghadapi pandemi ini ditanggapi oleh para menteri dengan biasa-biasa saja.

“Bagi presiden, apa yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sudah extraordinary, kejadian luar biasa. Sayangnya, menurut presiden para menteri menganggapnya masih biasa-biasa saja. Titik itu yang menyebabkan presiden kesal dan marah,” katanya.

Saleh mengatakan persoalan evaluasi dan reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Dia menyebut, jika Jokowi menilai perlu melakukan perombakan kabinet, bisa dilakukannya kapan saja dan tidak ada yang bisa menghalangi.

“Saya melihat bahwa fokus presiden adalah penyelamatan 267 juta warga negara. Dan itu disebut beberapa kali dalam pidato. Untuk itu, presiden rela melakukan banyak hal, termasuk reshuflle dan mengeluarkan payung hukum yang diperlukan.” katanya. (RED)

Berikan Komentar