Putus Mata Rantai Covid-19, Pedagang & Pembeli Diajak Pakai Masker

editor -26 views
Plt Walikota Medan di Masjid Raya Pusat Pasar
Photo: Plt Walikota Medan di Masjid Raya Pusat Pasar

Medan|MediatorPost: Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak seluruh pedagang dan pembeli di Pusat Pasar untuk senantiasa mengikuti protokol kesehatan, terutama pemakaian masker guna mencegah  terjadinya penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).  Sebab, jumlah warga yang terpapar virus corona di Kota Medan terus bertambah dan belum diketahui sampai kapan pandemi Covid-19 berakhir.

“Penularan Covid-19 sampai saat ini belum menurun di Kota Medan. Untuk itu saya mengajak semua bersama-sama menghentikan penularan Covid-19. Salah satunya dengan melaksanakan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker. Walaupun tidak menjamin 100%, tapi pemakaian masker merupakan ikhtiar kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Akhyar usai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Raya Pusat Pasar Medan, Jumat (4/9).

Diungkapkan Akhyar, jumlah warga yang terpapar Covid-19 terus bertambah. Berdasarkan data yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, jumlah warga yang positif sebanyak 4.182 orang. Separuh dari jumlah itu, jelasnya, kini menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan hampir 2.000 orang lainnya telah sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Akibat terus bertambahnya jumlah warga yang positif Covid-19, Akhyar mengungkapkan, rumah sakit yang ada di Kota Medan kini sudah penuh dan kewalahan untuk memberikan pelayananan kesehatan. Oleh karenanya Akhyar mengajak semua untuk menghentikan penularan Covid-19, sebab cukup berat menjalani perawatan jika telah positif Covid-19.

Akhyar mengaku, dirinya sudah menjalaninya. Setelah dinyatakan positif Covid-19, dia harus menjkalani perawatan di rumah sakit selama 14 hari. Setelah dinyatakan negatif, dia pun tidak bisa langsung  berbaur kembali dengan masyarakat karena harus kembali menjalani isolasi mandiri selama 2 minggu.

“Selain tidak bisa berjumpa dengan siapapun, secara psikologi pun terganggu. Hanya kekuatan iman, yakin sama Allah SWT  dan keikhlasan  kita terhadap ketentuan Allah hingga kuat menghadapinya. Di samping itu upaya yang terus dilakukan untuk mengobatinya. Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan selama 14 hari, saya akhirnya dinyatakan negatif,” ungkapnya.

Terkait itu, Akhyar mengajak seluruh pedagang dan pembeli di Pusat Pasar untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Apabila penyebaran Covid-19 tidak terputus dan berakhir, Akhyar menegaskan, akan ada siklus ekonomi yang terputus walaupun pemerintah pusat ada memberikan anggaran bantuan. 

“Jadi mari kita bersama-sama menghentikan penyebaran virus Corona, salah satunya dengan memakai masker,” imbaunya.  

Di kesempatan itu Akhyar juga kepada para pedagang, terhitung 20 Nopember berakhir kontrak BOT (Build Operate Transfer) antara Pemko Medan dengan PT Brahmana Debang Kencana. Diungkapkannya, Pemko Medan saat ini sedang mengevaluasi untuk menetapkan kepada siapa pengelolaan Pusat Pasar akan diserahkan selanjutnya.

“Kami sedang mengkajinya dan belum ada keputusan. Setelah berakhirnya kontrak tersebut, secara otomatis 100 % Pusat Pasar menjadi milik dan aset Pemko Medan,”tegasnya.

Sebelum Shalat Jumat bersama, Akhyar setibanya di Masjid Raya Pusat pasar lebih dulu melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid dan Qabliyah Jumat dengan mengenakan masker. Setelah itu mengikuti dan mendengar khutbah Jumat yang disampaikan Al Ustad Prof  DR H Hasyimsyah Nasution yang juga bertindak sebagai imam. (anto)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *