Reses Dewan, Dimas Tri Adji Intens Jelaskan Covid-19

editor -42 views

Medan|MediatorPost: Reses III Tahun Sidang I 2019-2020 DPRD Sumatera Utara, Anggota Dewan Dimas Tri Adji SIKom lakukan kegiatan mulai di Desa Kotarih Baru Kecamatan Kotarih dan Kelurahan Pekan Dolok Masihul Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (9/9).

Hadir Camat Kotarih Lamhot Naibaho, Kapolsek Kotarih diwakili, Babinsa, Kepala Desa Kotarih Baru Abah Zul, anggota DPRD Kabupaten Sergai dari fraksi Nasdem Afrin Sipayung, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda serta masyarakat sekitar.

Menariknya sebelum agenda dewan untuk menampung aspirasi itu dilakukan reses, pihak panitia terlebih dahulu membagikan masker secara gratis kepada setiap undangan. Disertai, makanan berupa kue dan nasi kotak serta minuman.

Mengawali sambutan Dimas Tri Adji menjelaskan, bahwa agenda reses berguna untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi kontituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada kontituen di daerah pemilihan (dapil) sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintah.

“Tujuan saya ke mari (desa kotarih) untuk menampung aspirasi, baik itu usulan ataupun pengajuan agar dapat saya perjuangkan hingga ketingkat provinsi. Jadi silahkan saja bapak bapak dan ibu ibu menyampaikan kepada saya apa saja pemasalahan yang terjadi, jangan sungkan sungkan,”papar politisi Nasdem Sumut asal dapil Sergai-Tebing Tinggi tersebut.

Diteangkannya, sebagai wakil yang telah dipilih saat Pileg 2019, wajib memperjuangkan aspirasi tersebut. “Kami ada lima orang yang berasal dari sergai, salahsatunya saya,”terang Dimas lagi.

Dari penjelesan dewan itu terlihat satu persatu masyarakat mengajukan aspirasinya, dimulai dari bantuan covid-19 yang tidak merata, jalan penghubung antar kabupaten yang perlu perbaikan, bantan sosial rumah ibadah dan perbaikan jembatan Titi Paku yang belum tersentuh pembangunan.

Seperti halnya Efrin Sipayung sebagai perwakilan masyarakat menyampaikan, dirinya sangat berharap, agar provinsi mengambil alih pembangunan jembatan Titi Paku. Pasalnya, hingga sekarang, jembatan yang menghubungkan dua kabupaten (Deliserdang-Sergai) tersebut sudah memprihatinkan. “Sekarang warga sudah menyebutnya Titi Kibot, karena saat melintas ada nadanya,”ketusnya.

Menyahuti perbaikan tersebut, Dimas menjelaskan bahwa  jembatan Titi Paku tidak terdaftar sebagai sebagai aset provinsi. Sehingga, pihak Pemprovsu tidak dapat mengerjakannya.”Kalau kita lihat, tiang sebelahnya di tanah deliserdang, sedang tiang di seberangnya milik sergai. Kita sudah survei bersama tim kelokasi,”katanya.

Begitupun, dirinya akan menyampaikan aspirasi ini serta melaporkannya dalam rapat paripurna reses DPRD Sumut.

Sedangkan, terkait penerimaan dana bantuan covid-19 yang belum merata, ia menjelaskan bahwa pendataan yang sepertinya masih menggunakan data lama. “Saya memperkirakannya seperti itu. Namun, sudah dilakukan perbaikan ditingkat pemerintah pusat, semoga kedepannya sudah semakin baik,”katanya.

Dalam kesempatan itu, dirinya tidak lupa mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kekompakan, sebab Kabupaten Sergai akan menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah tahun 2020.

“Jangan karena beda pilihan, sesama kita jadi saling tidak enakan. Karena, didalam pesta seharusnya kita bersenang senang,”sebutnya.

Di dalam pilihan, lanjutnya, kita boleh berbeda, namun yang terpenting kita harus tetap kompak. Bagaimana, kabupaten yang kita cintai ini semakin maju dan tentram. 

Sebelumnya, Dimas Tri Adji juga menggelar reses di Kelurahan Pekan Dolok Masihul, Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai, tepatnya di Jalan Antara.  Dilokasi, Ketua Komisi E DPRD Sumut tersebut meminta masyarakat untuk mengajukan permohonan berbentuk proposal, terhadap bantuan sosial rumah ibadah. “Satu minggu ini sudah bisa diajukan, sesuai syarat dari kelengkapan surat-suratnya,”terang Dimas. (in)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *