Seleksi Jabatan UINSU Diapresiasi Sebagai Langkah Percepatan Kemajuan

oleh -125 views

Medan|MediatorPost: Seleksi jabatan di Universita Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang di inisiasi oleh Prof Syahrin Harahap pasca pelantikannya, 11 November 2020 lalu. Menuai beragam pandangan positif dari lingkungan UINSU.

Bahkan, Prof Saidurrahman yang menjadi salah seorang rival Prof Syharin saat merebut kursi rektor UINSU beberapa waktu lalu menilai, seleksi jabatan di UNISU merupakan sebuah langkah maju dalam membentuk tim kerja yang handal dalam mewujudkan visi misi Rektor UINSU kedepan.

“Ini sebuah langkah maju, Prof Syahrin menyadari pentingnya pembangunan tim kerja yang ideal demi tercapainya tujuan bersama bagi kemajuan UIN Sumatera Utara. Untuk itu perekrutan harus melalui metode dan sistem yang baik sehingga terjaring SDM yang memiliki kompetensi, kapasitas serta kapabilitas yang baik dan teruji.” kata Saidurahman.

Penyeleksian, tambah Saidurahman, dengan metode rekrutmen terbuka dengan mewajibkan setiap calon pejabat untuk membuat visi dan misi masing-masing telah merupakan strategi efektif dalam sosialisasi dan intervensi agar visi dan misi Rektor segera menjadi visi dan misi bersama.

Hal senada juga disampaikan Prof Amroeni yang juga sebagai kandidat rektor. Dikatakannya Pelaksanaan seleksi jabatan sebagai bentuk menjalankan birokrasi yang baik.

“Dalam Statuta perekrutan atau seleksi jabatan di jajaran rektor memang sudah diatur, ini sebagai langkah awal yang baik dan sebagai bentuk menjalankan aturan,” ungkapnya.

Dirinci Amroeni, untuk jabatan setingkat Dekanat dan Pembantu Rektor memang Statuta mengharuskan dilakukan seleksi atau membuka pendaftaran secara terbuka. “Inikan sebagai wadah bagi ASN untuk memperjuangkan haknya mendapatkan jabatan,” rincinya. 

Sehingga, lanjutnya, dengan pendaftaran terbuka itu, ASN lebih bersaing positif dalam mendapatkan jabatan, yang kemudian para pegawai akan lebih berkreasi dan mengedepankan prestasinya agar kelayakan dalam menduduki jabatan dapat diperoleh.

Secara birokrasi, langkah awal Rektor menyusun jabatan di jajaran UINSU akan dapat menunjang percepatan pembangunan di kampus tersebut. “Bila seluruh ASN mengejar prestasi, maka imbas positifnya UINSU pun akan lebih kencang majunya,” katanya.

Lain halnya dengan Prof Faisar Ananda yang juga salahsatu rival Syahrin Harahap saat merebut kursi rektor di UINSU tersebut menilai pendaftaran jabatan di linkungan kampus yang bernaung di bawah Kementrian Agama tersebut hanya sebagai bentuk basa-basi.

“Pendaftaran itu cuma basa-basi saja, yang mengisi jabatan di jajaran Rektor UINSU itu, pastilah orang-orang yang ikut ‘berdarah-darah’ dalam tim pemenangan rektor beberapa waktu lalu,” kata Faisar Ananda menyikapi perekrutan pejabat itu.

Betuk basa-basinya, tegas Prof Faisar, pendaftaran atau seleksi itu sendiri lah. “Kalau dari sisi birokrasi memang sepertinya fair atau terbuka bagi setiap ASN untuk mendapatkan haknya menjabat. Tapi, jangan lupa kita semua inikan berpolitik,” ulasnya.

Artinya, lanjut Faisar, mana mungkin orang yang tak “berdarah-darah” alias tak mendukungnya dalam suksesi rektor, bisa mulus mendapatkan jabatan, dan sebaliknya mustahil orang yang sudah berjuang dalam pemenangan tak mendapatkan jabatan.(dra)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *