Selingkuh Dipergoki Warga, Suami Laporkan Istri ke Polisi

oleh -105 views
Warga Tapteng berkerumun pergoki NS selingkuh
Warga Tapteng berkerumun pergoki NS selingkuh

Tapteng|MediatorPost: Karena merasa kesucian rumah tangga dinodai, seorang suami adalah FN (43), Warga Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melaporkan istrinya NS ke Polres Tapteng.   

Hal itu, disampaikan Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto melalui Paur Humas Ipda JS Sinurat, dalam siaran persnya kepada wartawan, Senin (1/11).

Pelapor dalam laporannya mengaku, bahwa dia baru pulang melaut. Setibanya di rumah, ia mendapat laporan dari anaknya berinisial AFN bahwa ibunya dipergoki warga berduaan dalam rumah bersama laki-laki lain.

“Dari hasil introgasi penyidik kepada istri pelapor dan lelaki selingkuhannya, TMTLT, (41), warga Desa Mela I, Kabupaten Tapanuli Tengah, keduanya menjalin hubungan asmara atau selingkuh, dan sudah sering melakukan hubungan suami istri,” terang Ipda J Sinurat.

Dari kejadian tersebut, sambungnya, pelapor keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke polres Tapteng guna di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurut Paur Humas keduanya dapat dikenakan pasal 284 KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

Sekadar mengingatkan, warga, Desa Mela II, Tapian Nauli, Tapteng, sekitar pukul 05.00 WIB, Rabu (28/10/2020). memergoki seorang wanita berinisial NS bersama seorang pria yang bukan suaminya, TS, berduaan di dalam rumah. 

Kejadian itu berawal dari saat salah satu warga melihat TS masuk ke rumah NS ketika suami NS sedang melaut. Warga yang melihat itu kemudian melaporkan hal tersebut ke Kepala Dusun, Rolan Tarihoran. Warga kemudian mendatangi rumah wanita beranak tiga itu.

“TS datang pukul 5 subuh, kecurigaan warga mulanya ada kereta (motor) laki-laki itu di rumah NS,” kata Rolan, sembari mengatakan dirinya sempat mengetuk pintu rumah NS beberapa kali, namun tidak ada jawaban.

Selanjutnya, Dia menghubungi dan mengumpulkan aparat desa, “Karena pintu tak dibuka, kecurigaan semakin kuat karena itulah ku kumpuli warga,” bilangnya. 

Tak sampai di situ, dibeberkannya,  warga pun curiga kalau Ts sudah beberapa kali datang ke rumah NS saat suami wanita itu sedang melaut. “Sudah ada kecurigaan. Kalau pelakunya itu bukan hanya sekali ini aja datang. Adalah dua sampai tiga kali datang,” kata Rolan.

TS disebut sempat menawarkan untuk memberi uang Rp 300.000, tetapi tidak diterima oleh aparat desa. Warga meminta TS memberi makan orang sekampung, tetapi tidak bisa dipenuhi.

Sejumlah warga disebut sempat mengusulkan pelakunya diarak keliling kampung. Namun karena mempertimbangkan kondisi psikologi anaknya yang disebut taat beragama, aksi mengarak itu tak jadi dilakukan. (rep/int).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *