Setnov Diwajibkan Bayar Fredrich Yunadi Rp1 Triliun

oleh -4 views
Setya Novanto
Setya Novanto

Jakarta| Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Fredrich Yunadi kepada Mantan Ketua DPR Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani. Politikus Golkar itu diwajibkan membayar sisa fee jasa hukum dan kerugian yang dialami Fredrich lebih dari Rp2 triliun.

Fredrich melayangkan gugatan tersebut lantaran Novanto yang merupakan mantan kliennya belum membayarkan seluruh biaya jasa hukum. Gugatan itu didaftarkan pada Jumat 20 Maret 2020 lalu dan teregister dengan nomor 264/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL.

Dalam putusannya, majelis hakim menetapkan menerima dan mengabulkan Gugatan penggugat dalam hal ini Fredrich Yunadi untuk seluruhnya.

“Menghukum tergugat I dan tergugat II untuk membayar secara tunai, dan sekaligus segala kerugian kepada penggugat dengan rincian sebagai berikut,” demikian tertulis dalam petitum seperti dilansir, Okezone, Jumat (6/11/2020).

Berikut rincian putusan yang harus dilunasi Setnov pada Fredrich:

– Kerugian Materil:

1. 14 (empat belas) Legal Action (upaya hukum) X Rp 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah) per-Legal Action (tiap upaya hukum) = Rp 28.000.000.000,- (dua puluh delapan milyar rupiah) – Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) yang sudah dibayar = Rp 27.000.000.000,- (dua puluh tujuh milyar rupiah)

2. 2% (dua persen) x Rp. 27.000.000.000,- (dua puluh tujuh milyar rupiah) per bulan bilamana dihitung dengan nilai investasi suku bunga bank, terhitung sejak somasi disampaikan dan diterima Tergugat I pada bulan Oktober 2019 hingga putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap

– Kerugian immaterial:

Total Rp. 2.256.125.000.000,-( dua triliun dua ratus lima puluh enam milyar serratus dua puluh lima juta rupiah) dari perincian:

– 1 (satu) bulan pidana kurungan = Rp 62.500.000,- (enam puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) X 90 (sembilan puluh) bulan (total masa pidana kurungan PENGGUGAT) = Rp 5.625.000.000 (lima milyar enam ratus dua puluh lima juta rupiah)

– Uang tunai pembayaran denda sebesar Rp500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) – Kehilang pemasukan nafkah sebesar Rp. 25.000.000.000,-(dua puluh milyar rupiah) perbulannya X 90 = Rp. 2.250.000.000.000,-( dua triliun dua ratus lima puluh juta rupiah)

Sumber : Okezone

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *