Soal Penganiayaan, Edison: Oknum Brimob Dikeroyok Warga Gara-gara Tabrak Pengendara

editor -756 views
Peristiwa saat kecelakaan lalulintas di Kayu Besar Tanjung Morawa

Tanjungmorawa|MediatorPost: Terkait pegeroyokan atau pemukulan oknum Brimob Kompi 2 Batalyon A Tanjung Morawa, pada Minggu (30/8/2020), yang kemudian pihak kepolisian menangkap 4 oknum anggota Organisasi Kepemudaan (Okp). Eksesnya, membuat salahsatu pimpinan Okp di Kabupaten Deliserdang gerah dan angkat bicara.

Selain menjelaskan kronologi peristiwa tersebut secara terperinci. Terungkap bahwa pemukulan tersebut dipicu kecelakaan lalulintas, gara-garanya oknum brimob itu tabrak pengendara hingga berujung terjadi adu jotos dan penganiayaan.

“Pengeroyokan tersebut bermula dari kecelakaan lalulintas. Masyarakat di sana gerah, sehingga berujung terjadi pemukulan karena dipicu persitiwa kecelakaan tersebut,” kata Ketua Ikatan Pemdua Karya (IPK) Deliserdang Edison Nababan, Senin (31/8/2020).

Dijelaskannya, satu orang anggota IPK ditabrak di Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa oleh salah seorang  pengendara. “Belakangan  pengendara itu diketahui adalah oknum anggota Brimob Kompi 2 Yon A Tanjung morawa  Bripka Hamdan Fahrizal (41),” ungkap Edison.

Kejadian itu, lanjut Edison Nababan, membuat warga sekitar gerah ekesnya pengendara yang melanggar anggota IPK tersebut didatangi warga beramai-ramai. “Abang becak dan para pedagang memang ramai di Simpang Kayu Besar ketika itu,” tegasnya.

Mendengar informasi ada keributan, sambung Edison, Ketua PAC IPK Tanjung Morawa Sangkot datang ke lokasi keributan. “Tak berselang lama datang beberapa orang diduga dari kesatuan Brimob menangkap dan membawa Sangkot dan Samuel, setelah sebelumnya terlebih dahulu dipukuli. Akibatnya Sangkot terluka sedangkan Samuel terluka parah,” tegasnya.

Kemudian, Kapolsek Tanjung Morawa dan Kanit Reskrim menghubungi. “Saya  dihubungi pihak kepolisian untuk mengajak berdamai atas kejadian di simpang kayu besar yang menyebabkan anggota IPK terluka dan terluka parah,” bilang Edison.

Aehnya tambah, Edison, kalau anggota kita yang bersalah kenapa pihak kepolisian mengajak berdamai. “Pastinya peristiwa ini ada keanehan dan diduga ada yang ditutup-tutupi, sehingga kita tersudutkan,” tutupnya.

Sekedar diketahui sebelumnya beredar berita, bahwa ketua dan tiga terduga anggota Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) ditangkap karena telah menganiaya secara bersama-sama (keroyok, red) personel Brimob Kompi 2 Batalyon A Tanjung Morawa, (30/8/2020) sekira pukul 20.30 WIB. 

“Korban dianiaya secara bersama-sama saat keluar dari bilik ATM di simpang Kayu Besar, Jalan Medan-Tanjung Morawa, Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa. Empat tersangka berhasil kita tangkap,” jelas Lakhar Kasi Intel Satuan Brimob Polda Sumut, Kompol Heriyono kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Adapun keempat tersangka masing -masing berinisial , SS (20), warga Lorong Pidang Dusun V, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, SP (43), Ketua PAC Tanjung Morawa, warga Dusun II, Desa Bangun Sari Baru, Tanjung Morawa, RET, (36), warga Jalan Kebun Sayur Gang Pendidikan, Desa Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa dan JS (44), warga Dusun II Gang Saudara, Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa.

Kata Heriyono, pengeroyokan itu bermula dari korban menaiki mobil datang ke mesin ATM yang berada di TKP. Korban berangkat dari tempat kerjanya. Setelah selesai dari ATM BRI Simpang Kayu Besar, korban kembali masuk ke mobil, namun tiba-tiba dihampiri orang dan kaca mobilnya digedor-gedor.

Karena itu, sambung Heriyono, korban keluar dari mobil menemui tersangka hingga adu mulut dan berujung pengeroyokan.  Teman-teman tersangka yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) ikut melakukan pemukulan.

“Ketika itu, korban memilih menghindar dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Danki Brimob Tanjung Morawa,” jelasnya. (hen).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *